الترهيب من المرور بين يدي المصلى

قال صلى الله عليه وسلم: اذا صلى احدكم الى شيئ يستره من الناس فاراد احد ان يجتاز بين يديه فليدفع فى نخره فإن ابى فليقاتله فانما هو شيطان. وصح ايضا فلايدع احدا يمر بين يديه فإن ابى فليقاتله فإن معه القرين

bab tentang melintas di depan orang yang sedang shalat.

dijelaskan dalam sebuah kitab tarhib wa targhib tentang melintas di depan orang yang sedang shalat.

bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda: jikalau salah seorang kamu shalat maka tutupilah/batasilah dengan sutrah untuk menghindari dari lintasan manusia, jikalau seseorang hendak melintas maka cegahlah, jikalau ia mengabaikan maka perangilah ia, sesungguhnya ia adalah syetan. disahkan juga menjauhlan dari seseorang yang hendak melintas, jikalau ia mengabaikannya, maka perangilah, sesungguhnya ia disertai syetan.

dijelaskan juga dalam beberapa hadits di bawah ini yang di kutip dari http://agusckurniawan.blogspot.com/2011/02/hukum-melewati-di-depan-orang-yang.html:

Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Janganlah kau shalat kecuali di hadapan sutrah (tabir penghalang). Dan janganlah kamu biarkan ada seorangpun lewat dihadapanmu. Jika dia enggan (untuk dicegah), maka perangilah dia. Karena sesungguhnya orang itu disertai teman (setan)”. (HR: Muslim no: 260, Ibnu Khuzaimah no: 800, Lafadz menurut Al Hakim di Al Mustadrak (I/251), juga Baihaqi (II/268)).

Dari Abu Sa’id Al Khudzri Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Jika salah seorang dari kalian mengerjakan shalat, maka hendaklah dia menghadap sutrah dan hendaklah dia mendekati sutrah tersebut. Janganlah membiarkan seorangpun lewat diantara dirinya dan sutrah. Jika masih ada seseorang yang lewat, maka hendaklah dia memeranginya. Karena sesungguhnya dia itu adalah setan.” (HR: Ibnu Abi Syaibah di Al Mushannaf (I/279), Abu Dawud no: 697, Ibnu Majah no: 954, Ibnu Hibban (IV/48 dan 49), Baihaqi (II/267). Hadits Hasan).

Dari Sahl ibn Abi Hatsamah Radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Apabila salah seorang dari kalian shalat di hadapan sutrah, maka hendaklah dia mendekatinya. Maka setan tidak akan memotong shalatnya.” (HR: Ibn Abi Syaibah (I/279), Ahmad (IV/2), Al Thayalisi no: 379, Al Humaidi (I/196), Abu Dawud no: 695, An Nasaa’I (II/62),dll. Hadits Shahih).