Kecantikan, malam yang berkah, Insya Allah

Tak sebiasanya malam bersejarah itu

Merajut bahagia dalam kecantikan malam

Kau tetap beribadah dengan keindahanmu

Terpotong dan berbabak pada

Seusai isya, ku memutarkan pedati gas vega

 

Tak lama berselang waktu

Begitu mendayuh begitu cepat, hingga

Tertunjuk angka sebelas terdengar “mamas…….”

Bergetar ketika berada di tumpukan jaket biru

warna cetakan kepribadian ibuku

buat putra lanangnya

 

HP, buah pernikahan berpunya “samsung”

Ku tunjuk mata pada temanku,

Bersegera mengajaknya “mayuh kang…..wis wengi koh?”

Tersampaikan di rumah dengan tatap pada kecantikan malammu

 

“tak seperti biasanya ndo?”

“Pengen aja”

“Buat siapa?”

Kau tetap pada bangunan rasa malumu

“pengen aja”

 

Beradu pilu menyahut kalbu, sehingga

Seperti biasanya, kau tatap pada kecantikan malammu

Hingga gingsulmu turut menyahut padu pada

Kecantikan malammu, mendukung penuh mesra

 

hingga

tersengat kesadaran “berapa kalikah?”

hingga

terpendam dalam kalbu

bangunan penuh rindu belaian kasih

namun,

senyummu tetap tutup rapat

merapat kekecawaan

hingga

membuyar dalam lantunan kata

hingga

yang begitu bodohkah

ataukah terlalu polos

ku bangun susunan kata itu

“mpun ping pinten mamas damel kecewa, ndo?”

Penuh lembut menyahut

“mboten mas…mboten nate koq”

 

Ndo……maafkan aku!

 

Purbalingga, 25 April 2013