Terbakar

 

 

kucuran air mata

mengalir mengiring

gemericik deras membanjiri

genangan asa

 

kerap menggerutu

jarang memuji

gelap menggelapar

merangkakan kesedihan

hingga semakin sempurna

getirnya ujian kesabaran

di dada ketika nafsu terbakar

 

pasir batang, 15 September 2009

 

 

secercah cahaya berkilau

menggelapkan pandanganku

ku ulurkan tangan seraya memohon

menggapai cahaya cinta

 

aku terpelanting jauh

aku mengaduh

ya Tuhan aku menyesal

ya Tuhan aku bertaubat

ya Tuhan aku ingin kembali

karena tak dapat menggapainya

 

badanku lemas merindukan kucuran kekuatan

setetes air keabadian untuk menandingimu