pertemuan

wahai bidadariku
adakah suaramu kudengar malam ini
untuk melepaskan kerinduan ini
hariku sepi tanpa hadirnya dirimu
hatiku hampa tanpa canda tawamu disampingku

pertemuan suara
siraman sejuknya jiwa tanpa impian
dengan bara api asmara
kerinduan yang membara tanpa rayuan
karena kau bukanlah hayalanku
karena kau bukanlah lantunan suara tanpa wujud
kaulah sebuah realiti sebuah kehidupan
penuh harapan dan kebanggaan dalam impian

sungguh rasa ini sangat menusuk dalam dasar jiwa
yang mengaung merindukan mengaharap pertemuan sehari
tanpa kebohongan cinta dan dusta dengan kenistaannya
adakah kau setia dengan arti kedalamannya
tanpa piciknya pikiran dengan keacuahan
Kagilaan diriku
menjadi kewarasan dalam hidup
Kewarasan membikin fikiran terkuras
untuk hal-hal rendah yang selalu mengikat diriku
hingga tak dapat terbang ke langit

bila cahaya kebenaran masuk dalam hati
jeritan nafsu selalu menghiasi harimu
teriakan keinginan selalu menggema
cahaya itu siap menghadang
diri selalu merana bagai dunia mengusir diriku
kesendirian, keterasingan sebagai teman setia

 

 

Pasir Batang, 24 Oktober 2008