Amalan-amalan Utama pada hari Jumat dan Kisah Masuk Islamnya Sahabat Abu Bakar Ash Shidiq

Diceritakan oleh Abi Nashr al Washiti, ia berkata: ia pernah mendengar Abu Raja’ al ‘Atharidi bercerita tentang Abu Bakar as Shidiq. Bahwa ada orang Arab yang datang kepada Nabi Muhammad SAW dan berkata: saya telah mendengar tentang anda bahwa anda berkata “Dari Jum’at ke Jum’at dan dari shalat ke shalat adalah kafarat bagi mereka yang menghindari dosa-dosa besar diantara Jum’at ke Jum’at dan shalat ke shalat. Kemudian Rasulullah menjawab: ya benar kemudian orang itu menambahkan amalan diantara waktu-waktu itu.

Kemudian Rasulullah bersabda “mandi pada hari Jum’at ialah kafarat, berjalan untuk shalat Jum’at ialah kafarat, dan setiap langkah kakinya seperti halnya amalan 20 tahun. Jika ia telah selesai melaksanakan shalat Jum’at Allah akan memberinya pahala dengan pahala amal selama dua ratus tahun.

Abu Bakar as-Shidiq telah meriwayatkan hadits ini dan menyebutkan bahwa ada seorang pedagang pada jaman jahiliyah. Sebab masuk islamnya ialah ketika di syam, ia melihat rembulan dan matahari bersatu padu di dalam kamarnya dan ia pun mengambilnya dengan kedua tangannya kemudian menghimpunnya di atas dadanya. Lalu ia menutupinya dengan sorbannya.

Ketika ia teringat, ia pergi ke seorang pendeta nasrani untuk menanyakan tentang mimpinya, kemudian ia mendatanginya dan menceritakana tentang mimpinya untuk di takwilkan oleh pendeta nasrani tersebut. Pendeta nasrani tersebut bertanya “dari mana asal anda?” pedagang itu menjawab “saya berasal dari Mekkah”, pendeta itu melanjutkan pertanyaannya “anda dari kabilah mana?”, pedagang itu menjawab “Saya dari kabilah Tym, lalu pendeta itu bertanya lagi “apa maksud anda datang kemari?”.

Pedagang segera itu menceritakan mimpinya. Kemudian pendeta nasrani itu menjawab menerangkan ta’bir mimpinya “akan datang seorang pemuda dari bani hashim di zaman anda, dia disebut Muhammad al Amin, ia berasal dari bani Hasyim dan ia menjadi Nabi akhir zaman, kalau dia tidak diciptakan, niscaya Allah tidak akan menciptakan langit dan bumi beserta isinya, Dia tidak menciptakan Adam as. Dia tidak menciptakan Nabi-nabi dan Rasul. Ia adalah Tuannya para nabi dan rasul dan penutup para nabi dan rasul. Sedangkan anda akan memeluk agama islam dan menjadi perdana menterinya dan menjadi khalifah setelahnya, inilah ta’bir mimpi anda, saya telah menemukan sifat-sifat yang dimiliki pemuda ini di Taurat, Injil dan Zabur. Sesungguhnya saya telah masuk islam tapi saya bersembunyi dari orang-orang nasrani karena takut ketahuan mereka.

Ketika Abu Bakar mendengar kisah ini dari pendeta nasrani tadi, hatinya tergetar dan rindu ingin berjumpa dengannya. Kemudian ia segera menuju Mekah untuk mencarinya, ia sangat mencintainya dan sudah tidak sabar berjumpa dengannya.

Selang beberapa waktu, Abu Bakar telah berjumpa dengan Rasulullah, kemudian beliau bersabda “Wahai Abu Bakar, pada suatu hari dan pada hari-hari anda datang kepadaku dan duduk bersamaku, kenapa anda belum memeluk islam. Abu Bakar berkata “Kalau anda adalah seorang nabi, maka anda semestinya memiliki mukjizaat, kemudian Nabi menjawab “apakah tidak cukup mukjizat yang anda lihat di Syam dan seorang pendeta nasrani telah menta’birkan mimpi anda dan menceritakan kepadamu tentang islamnya. Ketika Abu Bakar mendengar hal itu, ia langsung membaca Syahadat “asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa annaka rasulullah, masuk islamlah Abu Bakar dan agamanya baik.

Kisah lain diceritakan bahwa ada dua orang pemuda majusi kakak beradik pada masa Malik bin Dinar yang menjadi penyembah api. Salah satu pemuda itu berumur 73 tahun dan yang satunya lagi berumur 35 tahun. Saudara mudanya bertanya kepada yang tua “kemarilah, sampai menarik api tersebut, apakah anda menghormati api atau membakarnya  sebagaimana api itu membakar orang yang menyembahnya, atau anda menghormatinya berarti kita menyembahnya atau sebaliknya.

Saudara yang tua menjawab “ya saya akan menyalakan api.”  Kemudian saudara muda berkata kepada yang tua, “Apakah anda dahulu yang meletakkan tangannya diatas api atau saya dahulu?” kemudian saudara yang tua menjawab “Tidak, kamu dulu saja,” maka saudara yang muda pun meletakkan tangannya di atas api dan api itu membakar jari-jemarinya dan merintih “aaah” dan mengangkat tangannya dari api itu dan berkata “Saya telah menyembahmua selama 35 tahun tapi anda menyakitiku.

Saudara yang muda mengajak saudara yang tua sampai menyembahnya dan menjadi tuhan satu-satunya yang disembah “jikalau Tuhan menyakiti kita dan meninggalkan perintahnya selama 500 tahun misalnya, maka dia bisa mengampuni dan memaafkan dosa-dosa kita hanya dengan ketaatan sesaat dan permohonan ampun sekali. Maka saudara yang tua menjawab dan mengajaknya kepada seseorang yang dapat menunjukkan kita kepada jalan yang lurus dan mengajarkan kita kepada agama islam. Kemudian disepakatilah pendapat mereka berdua untuk pergi kepada Malik bin Dinar untuk mengetahui lebih dalam tentang agama islam, kemudian mereka segera mendatanginya dan bertemu dengannya di gelapnya kota Basra sedang duduk bersama orang banyak dan mengagungkan mereka dan banyak hal yang mesti dilakukan, ketika mata mereka memandang dan mendapati Malik bin Dinar, Saudara yang tua berkata kepada saudara yang muda, “saya tidak jadi memeluk agama islam, menyembah api sudah melewati lebih jauh dari umurku  walaupun saya pasrah dan kembali masuk islam dan agama Muhammad keluargaku akan menelanjangiku dan seluruh tubuhku dan api lebih saya sukai dari pada perbuatan menelanjangi mereka kapada saya.

Kemudian saudara yang muda berkata “jangan anda lakukan itu, perbuatan menelanjangi mereka hanya sesaat sedang api tidak akan hilang, namun, saudara yang tua tidak mendengarkan kata-kata saudaranya yang muda dan saudara yang muda berkata “Anda dan keinginan anda. Anda adalah orang yang paling celaka dan yang celaka wahai pahlawan dunia dan akhirat, saudara yang lebih tua tetap berserikeras dan kembali untuk tidak memeluk Islam, tapi kembali menyembah api. Kemudian saudara yang muda bersama anak dan istrinya masuk diantara orang-orang di dalam majlis dan ikut duduk bersama mereka sampai Malik bin Dinar selesai berbicara dan nasehatnya.

Kemudian ada seorang laki-laki berdiri dan menceritakan sebuah kisah dan bertanya kepada saudara yang muda “apakah dia akan berpaling dari agama Islam dan ahlu baitnya, maka berpaling dari mereka dan mereka memeluk agama Islam semua. Maka seluruh manusia menangis bahagia melihat kejadian itu dan ketika laki-laki itu hendak pulang Malik bin Dinar menyuruhnya untuk duduk kembali sampai seluruh manusia mengumpulkan buat kamu harta benda, lalu ia menjawab “saya tidak akan menjual agama dengan dunia kemudian berubah dan ia masuk ke dalam taman yang didalamnya terdapat sebuah rumah mewah dan ia pun memasukinya.

Ketika hari telah menjelang pagi, istrinya menyuruhnya untuk pergi ke pasar guna mencari pekerjaan dan berbelanja dengan gajimu untuk kita makan. Maka ia bergegas pergi ke pasar, namun ia belum mendapatkan pekerjaan. Dalam diam ia termenung dan berkata pada dirinya sehingga ia menunaikan ibadah kepada Allah SWT, maka ia telat masuk ke masjid untuk berjamaah dengan Rasulullah SAW hingga ia malam ia tetap disana.

Lalu dia pulang dengan tangan kosong. Istrinya bertanya “apakah engkau belum mendapatkan sesuatu apapun hari ini. Wahai istriku, hari ini saya telah bekerja kepada Malik, namun ia belum memberiku upah, siapa tahu besok ia akan memberikannya. Akhirnya malam itu mereka tidur dalam keadaan lapar. Keesokan harinya ia pergi lagi ke pasar dan belum juga mendapatkan pekerjaan, kemudian ia pergi ke masjid dan shalat hingga larut malam. Kemudian ia pulang dan istrinya bertanya lagi “apakah hari ini juga belum mendapatkan pekerjaan, laki-laki itu menjawab “saya telah bekerja pada Malik yang saya kerja kemarin, saya berharap hari ini tetapi ia belum memberikannya juga sedangkan hari ini adalah kamis, saya berharap besok ia akan memberikannya. Maka hari itu pun mereka bermalam dalam keadaan lapar lagi. Ketika pagi hari telah menjelang, sedangkan hari itu adalah hari jumat, lalu ia pergi ke pasar namun belum juga mendapatkan pekerjaan, lalu ia pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat dua rakaat dan berdoa seraya mengangkat kedua tangannya dan berdoa “Tuhanku, Engkau telah memuliakanku dengan memeluk agama Islam, memakaikanku mahkota Islam dan menunjukkanku dengan mahkota petunjuk-Mu, maka dengan kemuliaan agama yang telah Engkau berikan rizki, dengan kemuliaan hari ini yang penuh berkah dan keluhuran yang telah Engkau takdirkan untuknya, yaitu hari Jumat, saya memohon kepadamu untuk mengangkat kesibukan hati keluarga terhadap nafkah dan berilah saya rizki yang tidak disangka-sangka. Demi Allah, sesungguhnya saya malu terhadap keluargaku dan saya khawatir kepada mereka dari berubahnya keimanan mereka yang masih seumur jagung.

Setelah selesai berdoa, lalu ia bangun dan menyibukkan diri dengan menunaikan shalat dua rakaat. Ketika matahari telah meninggi, laki-laki itu pergi hendak menunaikan shalat jumat namun kelaparan anak-anaknya telah memburuk, tiba-tiba datang seorang laki-laki dan mengetuk pintu rumah mereka, lalu istrinya membukakan pintu dan ia sempat terperanjat melihat laki-laki yang gagah dan ditangannya ada sebuah sapu tangan emas yang di dalamnya terdapat kotak dari emas dan laki-laki itu berkata “ambillah kotak ini dan katakan pada suami anda bahwa ini adalah upah pekerjaannya selama dua hari dan tambahkan pekerjaannya maka kami akan menambahkan upahnya dengan upah yang khusus pada hari ini, yakni hari jumat, sesungguhnya pekerjaan kecil pada hari ini, baginya sangatlah besar. Maka istrinya mengambil kotak itu dan ternyata di dalamnya terdapat uang seribu dinar dan ia mengambil satu dinar untuk berbelanja. Ketika itu  penjualnya adalah orang nasrani, kemudian ia menimbangnya dan tiba-tiba beratnya bertambah menjadi dua kali lipat. Ia melihat dari ukirannya, ia mengetahui bahwa dinar itu adalah hadiah dari akhirat, lalu ia menanyakan hal itu kepada perempuan itu, dari mana anda mendapatkan dinar ini?