Aku hidup dengan nyawa-Mu

Jantung berdetak memuji namamu

Terus memompa darah tasbih

kembang kempis Paru-paru mengagungkan nama-Mu

Menghela dengan shalawat

Menghembus dengan sabar

Hingga aku tak lagi berkata

Tak mampu lagi bersuara

Mengumandangkan kebesaranmu ya Robb

Alirkanlah di pembuluh ini darah tawakal

Hembuskanlah di nafas ini udara kesabaran

Helakanlah di nafas ini udara keikhlasan

Sampai ku meraup Nur-Mu

Sampai ku meniti di sirat-Mu

Sampai ku menjenguk di hari penutupan

Sebagai ketentuan-Mu yang mutlak

Hancurlah seluruh tubuhku

Remuklah seluruh tulang-belulangku

Terbentuk kembali

Hancur kembali

Remuk kembali

Hingga hari kebangkitan tiba

Rindukanlah hati ini kepada kekasih-Mu selalu

Pikirkanlah pada otak ini akan asma-Mu senantiasa

Rendahkanlah hati ini akan keagungan-Mu terus

Hancurkanlah diri yang alpa ini dengan ampunan-Mu

Pekuncen/Pasir Batang, 24 Desember 2010