Melerai Hati yang Penuh Cinta

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

لاَ تَصَحَبَنْ مَنْ لاَ يُنْهِضُكَ اِلىَ اللهِ مَقَالُهُ وَلاَ حَالُهُ

“Janganlah sekali-kali kamu bergaul dengan orang yang ucapan dan tindakannya tidak membangkitkanmu (Untuk beribadah) kepada Allah.”

مَعْصِيَةٌ أَوْرَثَتْ نَدَامَةً وَاسْتِغْفَارًا وَانْكِسَارًا خَيْرٌ مِنْ طَاعَةٍ

أَوْرَثَتْ عَجَبًا وَاسْتِكْبَارًا

“Maksiat yang berdampak pada penyesalan, istighfar dan inkisar (merasa hancur berkeping-keping secara maksimal dihadapan-Nya) lebih baik dari ketaatan (ibadah) yang berdampak congkak dan kesombongan”

كَمَا دَفَنْتَ نَفْسَكَ أَرْضًا سمَاَ قَلْبُكَ سمَاَءً سمَاَءً (اهل المعرفة)

“Semakin engkau pendam egomu dalam-dalam (tafaanie fillah), maka nuranimu pasti menjulang langit demi langit (taraqqie)”

Acit bercerita tentang isi hatinya………..

Di sela-sela kesibukan Acit menyusun proposal skripsi yang sebentar lagi akan di seminarkan, dia menyempatkan diri untuk menulis beberapa bagian isi hati dari gudang hati cintanya kepada Acis. Dia berkata “cinta adalah kecocokan jiwa” jika tidak ada cinta, tak akan ada dalam hitungan hari, minggu, bulan, tahun bahkan abad. Acit merasa bahagia Acit bisa mencintai dan dicintai. Ternyata ketika kemarin Acit katakan jangan terlalu sering ketemu, Acit pun tidak bisa mengelak bahwa sebenarnya aku juga inginnya ketemu, tidak bisa dipungkiri rasa rindu selalu ada tapi entah kenapa kalo ketemu pun aku selalu banyak diam.

Acit baru merasakan cinta yang begitu tulus dari jenengan, mencintai dengan tulus, ikhlas menerima Acit apa adanya. Bener kata jenengan cinta memang bukan segalanya, tapi tanpa cinta sebatangkara dengan cinta kita tambah semangat menjalani hidup, tapi bukan cinta yang hanya didasari nafsu, yaitu cinta yang mampu membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.

Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang bisa saling menjaga, ketika jenengan sayang dan mencintai Acit, maka Acis harus menjaga dari hal-hal yang kotor, maksiat, sehingga ketika syahadat, ijab qobul telah diucapkan, betapa bahagianya hati kita, keluarga, saudara, teman yang menyaksikan kita mengucapkan ikrar janji suami isteri. Dari moment itu pun kita akan memulai hidup menjadi sepasang suami isteri yang mempunyai hak dan kewajiban yang dijalankan.

Dari awal proses pernikahan sampai akhir itu semua akan membawa hikmah bagi kita seperti yang ditanyakan jenengan kemarin di catatannya:

  1. Menambah persaudaraan
  2. Meneruskan keturunan
  3. Menghindari perbuatan zina dan maksiat
  4. Membuat hati lebih tentram
  5. Menambah kebahagiaan
  6. Menyempurnakan dan menjaga agama
  7. Menambah amal dan ladang ibadah

Setelah itu kita akan menjadi keluarga kecil yang siap dititipi amanat oleh Allah swt dengan adanya anak-anak yang akan menambah kebahagiaan kita dan tentunya anak-anak yang shaleh dan shalehah.

Semoga apa yang kita harapkan bisa tercapai atas ridlo Allah, orang tua dan guru. Amin.

Curhat Acis…….

Acit sayang, malam kian mencekam, sunyi melarut, turut membahana ke dalam hati dan pikiran Acis, resah dan gelisah menyelimuti, karena balasan sms tak kunjung tiba. Rasa hati mencoba menenangkan diri agar tetap sabar dan tenang menghadapi ini semua.

Acis sayang…….

Memang semua orang punya definisi tertentu mengenai cinta berdasarkan pengalaman dan proses kehidupan mereka masing-masing, cinta merupakan isi hati yang menghiasi di sekelilingnya dan di dalamnya, ia juga menjadi landasan orang ketika akan melakukan sesuatu termasuk mencintai seorang tambatan hatinya. Acit adalah tambatan hatinya Acis untuk selamanya.

Acit….cinta merupakan segalanya dalam hidup ini. Landasan bagi setiap pergerakan dalam hidup. Cintalah yang membuat segala pandangan menjadi indah, segala pendengaran menjadi merdu, segala rasa menjadi nikmat. Hingga hilangnya cinta akan membuat dunia ini terasa fana dan hampa bagaikan burung kehilangan sayapnya. Acit adalah sayap bagi Acis.

Keabadian cinta akan membawa kedamaian bila kesucian dan ketulusan hati selalu terjaga. Cinta yang melandasi pandangan akan menghilangkan mata keranjang. Cinta yang melandasi pendengaran akan mengikis segala gosip dan fitnah. Cinta yang melandasi rasa akan mengurangi bahkan menghilangkan sakit luka tersandung batu. Hingga sakitnya kematian terasa nikmat ketika nyawa terlepas dari badannya.

Inilah cinta yang datang melalui pendengaran ketika Acit melantunkan shalawat atas Nabi pada penutupan Pesantren Kilat. Kini Acis niatkan menjaga cinta ini hingga benang merah penghalang segala perilaku haram dan maksiat akan terputus dan hancur, yang tersisa adalah halal hati, halal persentuhan dan menjadi satu tubuh dan jiwa yang tak terpisahkan untuk selamanya hingga kiamat kelak.

Acis merasa gelisah, khawatir bila jauh dari Acit. Acis takut kehilangan Acit tatkala pihak ketika datang untuk mengkhitbah Acit dan Acit mengiyakannya. Acis punya keyakinan bahwa kondisi perasaan dapat berubah setiap detik, setiap jam dan setiap waktu. Terkecuali cinta yang tertanam bukan lagi pada perasaan, akan tetapi pada lubuk hati yang paling dalam, ia senantiasa akan tenang dan damai walaupun badai menerpa dan cobaan terus mengusik. Itulah cinta yang tertanam dalam sanubari, dalam fuad yang senantiasa selalu thuma’ninah. Maka apakah Acit telah memiliki ketenangan semacam itu ketika kesabaran dan keyakinan hati akan cinta Acit pada Acis teruji ?

Landasan cinta Acis hanyalah pada rasa qona’ah, ikhtiyar dan tafa’ulnya Acit. Bila Acit telah mantap dan bahkan tahan uji terhadap segala goda yang menerjang, maka Acis pun tidak akan lekas pergi kemana dan segera memantapkan hati bahkan Acis mampu memiliki dan mencurahkan cinta melebihi cintanya Acit. Acis tidak akan merubah prinsip yang dari dulu Acis punya dan memang sudah teruji.

Acit cinta, Acis cinta

Acit sayang, Acis sayang

Acit bisa menerima Acis apa adanya,

Acis tak memandang itu sebagai alasan kenapa Acis mencintai Acit

Acit setia, Acis setia. Bila selingkuh, Acis tak akan membalas dengan hal yang sama, tapi Acis akan berusaha menerima dan berdoa semoga Acit akan segera berubah dan menyadari bahwa hal itu adalah kebodohan akal dan kebobrokan akhlak. Acis meyakini Janji yang terikat adalah sumpah yang disaksikan oleh Allah swt dan dua malaikat-Nya. Sebatas kemampuan, Acis akan memaafkan dan Acis serahkan segalanya kepada-Nya. Acis juga akan selalu berusaha untuk tidak mengingkari komitmen dan janji kita. Acis akan selalu berusaha menjadi yang terbaik bagi Acit.

Acis sungguh sangat mencintai Acit.

Acis jujur, Acis akan selalu jujur walupun itu menyakitkan. Baik menyakitkan bagi Acis maupun bagi Acit.

Acit terbuka, Acis akan selalu berterus terang walaupun hal itu adalah sesuatu yang menyakitkan yang telah Acis lakukan karena kelalaian dan kekhilafan Acis baik kepada Acit atau orang lain. Acis juga akan selalu berusaha mengatakan segala sesuatu kepada Acit yang berlaku buruk bagi Acis sebelum Acit mengetahuinya dari orang lain.

Acis berani mengatakan itu semua karena telah tertanam di dalam hati Acis dan sebagian telah Acis laksanakan tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menjaga cinta ini sampai ke pelaminan dan hingga Acis terbaring di liang landak.

Acit mencintai Acis karena Acis ganteng, itu adalah hal yang salah, karena Acis bukanlah seperti itu adanya. Acis adalah orang jelek yang tak berpunya dan beruntung mendapatkan Acit yang mempunyai kecantikan outer dan inner. Yang Acis tahu, Acit adalah cewek yang shalehah, berbakti kepada orang tua, taat kepada mereka. Acis kira itu sudah lebih dari cukup sebagai indikasi Acit sebagai seorang yang bertakwa kepada-Nya.

Acis kira Acit harus mengetahui bahwa sabar tidak mempunyai batas kapan dan dimana. Tapi Batas kesabaran adalah ketika nyawa pergi dari rumahnya, alias mati.

Demikian ya Acit sayang, bila Acit meminta semua isi hati Acis ditulis di kertas ini, maka tidak akan cukup dan membutuhkan waktu yang lama. The last, pada intinya semua itu akan terwujud bila dilandasi pada kesetiaan, kepercayaan dan kejujuran yang senantiasa diiringi kesabaran yang tak berbatas.

Qabuulan maqaasidana wastakmil hajatana ya Allah,,,,,,

Pamijen, 29 Juli 2009

Disela-sela Acit sedang edit skripsi dari bab 1 sampai 5 karena mau bimbingan, Acit sempatkan untuk mengungkapkan perasaan Acit untuk Acis yang sedang melaksanakan tugas pengabdian pada Acisyarakat. Acis, Acit selalu merasakan rindu, bukan Acis saja yang rindu Acit pun sama. Acit selalu berharap Acit disana baik-baik saja, dan selalu menjaga kondisi kesehatan, serta menjaga kepercayaan Acit. Sebelum Acit ma Acis, Acit berharap ketika Acit telah membuka hati Acit kembali untuk menerima kehadiran seseorang yang Acit cintai dan sayangi, Acit tidak ingin menjalin hubungan terlalu lama, Acit ingin merasakan betapa bahagiannya pacaran setelah menikah, tapi untuk mencapai itu memang butuh persiapan lahir dan batin. Karena apa, benar apa yang dikatakan Acis bahwa inti dari menikah bukan hanya ingin memuaskan dari segi biologis sebagai manusia, tapi lebih luas dari itu. Acis tidak boleh pesimis, dengan keadaan yang belum bisa mempersatukan kita, Acit yakin kekhawatiran Acis tentang orang tua Acit yang mungkin akan menjodohkan Acit dengan orang lain itu tidak akan terjadi, karena Acit tahu sifat orang tua Acit tidak seperti itu, apalagi mereka telah tahu hubungan kita, karena mereka tahu yang akan menjalankan Acit bukan mereka, sehingga mereka menghargai apa yang menjadi pilihan Acit tentang calon pendamping hidup Acit. Acit merasakan proses Acit mulai mencintai Acis sedikit demi sedikit cinta dan sayang ini tumbuh dan di hati Acit, dan Acit berharap dari semua proses itu akan mengantarkan kebahagiaan bagi Acit dan Acis.

Acit sadar belum bisa menjadi yang terbaik, kita pernah merasakan kekecewaan, melakukan kesalahan di masa lalu untuk itu janganlah sampai kita melakukan kesalahan itu kembali, kita harus saling menjaga, bila kita menyayangi sesuatu maka jagalah sesuatu itu, Acis harus menjaga Acit sampai pada benang haram menjadi halal. Acit pun selalu merasakan kekhawatiran ditinggal Acis, meskipun Acit percaya Acis tidak akan neko2 disana.

Acis, Acit mpun ngantuk Acit bobo rien geh

I LOVE YOU

Purwokerto, 31 Juli 2009

Hari ini Acit ke kampus terus main ke kosnya  Siti ngantar flesdis dan ikut ngedit daftar pustaka, tadi pagi Acis telepon membuat hati Acit merasa sedih, berulangkali Acis bilang selalu merasa pesimis dan selalu khawatir, mungkin Acis tidak tahu bahwa Acit pun selalu merasakan kekhawatiran akan keberadaan Acis di sana. Tapi hati ini yakin bahwa Acis selalu menjaga kepercayaan Acit, tapi kenapa Acis selalu merasa khawatir dengan keberadaan Acit, Acis harus tahu Acit pun tulus mencintai dan menyayangi Acis, dan akan ninggalin Acis. Acit merasa Acis belum percaya dengan ketulusan hati Acit. Jangan biarkan perasaan yang selalu muncul dipikiran Acis membuat semangat Acis redup, selalu merasa rendah dan tidak pantas untuk Acit. Orang-orang yang cantik, shalehah, cakep shaleh pun kalo tidak cocok dan tidak merasa nyaman tidak bias bersatu, tapi Acit bersama Acis merasa cocok, nyaman dan ingin hubungan ini sampai pada sunah rasul yaitu menikah serta mendapatkan keturunan-keturunan yang shaleh shalehah. Acit minta maaf  bila kejujuran Acit kemarin tentang harapan dan keinginan Acit menambah pikiran Acis. Sekarang Acis konsentrasi KKN, setelah itu judul skripsi diajukan serta menjalani kliah dengan baik, Acit juga belum tahu usaha apa yang akan Acit lakukan untuk mewujudkan harapan kita sekarang ini. Keinginan Acit setelah wisuda Acisih pingin di pondok, Acisih pingin ngaji dan mungkin sesuai dengan saran Acis, Acit akan mencari pekerjaan di sini yang jelas pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya Acit. Acit tadi pagi banyak diam karena Acit bingung mau bilang apa lagi agar Acis tidak pesimis dan putus harapan.

Itulah curhat Acit hari ini, sekarang Acit mau ambil foto buat persyaratan Munaqosyah di sempurna, MAAFKAAN ACIT.

01 AGUSTUS 2009

Tiap kali maa memandang kehidupan ini, begitu pahit, begitu sengir, dan sangat menyiksa batin bila aku terus terturut untuk memenuhi segala hajatku tentang segala hal berbau duniawi. Batin ini menangis ketika teringat kehidupan yang begitu kejam, menyiksa raga karena batin selalu tertuntut untuk memenuhi segala hajat dan kebutuhan hidup.

Keikhlasan berawal dari keterpaksaan kini terus diterpa dan terus teruji kekuatan hati ini. Akankah hati ini terus sabar menjalani kehidupan ini yang kian hari kian sulit.

Demi menjalani kehidupan ini dengan penuh rasa sabar dan tawakal dengan mengerti arti dan makna kesabaran dan tawakal itu sendiri sehingga dapat berbuah menjadi suatu hal sangat berharga dan berarti dalam kehidupan selanjutnya.

Acis selalu merasa pesimis bila mengingat kehidupan ini dan masa depan bersama Acit. Akankah Acis mampu menjalani kehidupan ini bersama Acit dengan terpenuhi segala hajat dunia untuk merengkuh hajat akhirat dengan terpenuhi segala kebutuhan sehingga ibadah batiniah dan dzahiriah kita terpenuhi.

Acit, Acis sadar bahwa cinta ini belum mampu membawa diri ini ke dalam diri yang taat, yang patuh, yang istiqomah dan kuat menjalani kehidupan ini dengan tanpa mengeluh dan menggerutu. Acis hanya bisa berharap pada yang Kuasa akan kehendak-Nya untuk kita menjadi sepasang kekasih dunia akhirat yang mampu menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan. Dari itu semua kita dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sebagai wahana Acis, Acit ialah orang pilihan Acis sebagai teman hidup di dunia dan di akhirat. Acis hanya berharap Acit tidak akan bosan, tidak sungkan, tidak akan merasa puas dengan segala apa yang telah diraih dengan tetap teriring rasa syukur kepada-Nya. Rasa ketidakpuasan itulah manusiawi kita, akan tetapi jika diiringi dengan rasa syukur yang tinggi alangkah indahnya hal itu akan menjadi suatu ibadah yang tiada duanya.

Anjuran Islam menjadi orang kaya pun akan terwujud. Kaya batin dan lahir dengan membelanjakan harta-Nya di jalan-Nya.

Acit…… kehidupan yang fana ini bukanlah kehidupan yang dapat membawa kebahagiaan hakiki terkecuali jika kita mampu memaknai kehidupan ini dengan rasa bangga menjadi orang Islam yang terus berusaha menjadi muslim yang ihsan dan kamil tetap dalam koridor syukur kepada-Nya dengan segala anugerah yang telah diberikan.

Memflasback segala apa yang diharapkan setelah Acis mengerti dan tahu mana yang benar dan mana yang salah, Acis terus berharap akan hadirnya seorang wanita yang mampu menemani dan menempuh kehidupan ini dengan sabar, tawakal, sabar dan qana’ah. Sifat-sifat itulah yang dapat menyetir segala ketidakpuasan hati akan segala karunia yang telah diberikan.

Semoga Acit adalah bukan orang yang neko-neko dan tahu dan paham akan pahitnya kehidupan ini. Sehingga selalu berpikir dan mempertimbangkan pahit dan asamnya kehidupan. Bukan mendahulukan manis dan indahnya kehidupan ini tanpa berpikir panjang.

09 September 2009     12.08

Alhamdulillah de, Acis sudah selesai ngetik bab IV dan telah diedit kata-katanya sekalian. Dari awal memang Acis yang meminta akan mengetikkan skripsi Acit segluntung. Namun perlu Acit tahu, ngerti dan pahami, ketika Acis sedang ngetik kenapa perasaan percuma, mubah, khawatir dan takut selalu mengiringi jari-jemari Acis menyelesaikan ketikan skripsi Acit.

Acis sadar, Acis belum bisa menjadi manusia yang ikhlas terhadap segala sesuatu. Seperti halnya ngetik skripsinya Acit. Hal itu mungkin karena Acis belum bisa mencapai tingkat keikhlasan mencintai dan menyayangi Acit sepenuhnya padahal ngetik skripsi Acit adalah kemauan Acis sendiri. Hal itu semata-mata karena Acis punya hajat besar untuk Acit, yaitu Acis ingin membahagiakan Acit dengan kemampuan Acis. Namun, kemampuan Acis baru seperti itu dan semoga Acit bisa memakluminya.

Mungkin inilah proses Acis mendapat keikhlasan hati sehingga hati akan terus meningkat dan menjadi bijak. Sesuai dengan motto yang Acis selalu pajang dimanapun Acis ada untuk menulis, yaitu “jadilah raja bijak diatas raja bijak, jadilah ratu bijak diatas ratu bijak”.

Semoga semua perasaan jelek Acis diatas tidak akan terwujud dan terus menghiasi hati Acis, sehingga apa yang Acis idamkan akan hilang dan lenyap termakan waktu karena hati tidak mau aktif dan terus berlatih untuk mendapat keikhlasan dan mendapatkan kesabaran sejati. Dengan sebenar-benarnya Acit saying, semua perasaan itu muncul karena ketidakpastian kenyataan yang ada akan jalinan hubungan yang mungkinkah jadi atau tidak yang akhirnya meragukan Acis kepada Acit. Atau hal itu mungkin yang sering Acit bilang sama Acis bahwa Acis Acisih dan terus meragukan Acit, meragukan rasa cinta dan sayang Acit.

Sebenarnya itu tidak benar, karena sesungguhnya Acis selalu berusaha tidak meragukan dan menyangka buruk kepada Acit. Sekali lagi, hal itu karena rasa cinta dan sayang Acis yang begitu besar dan dalam kepada Acit, sehingga jikalau perasaan itu muncul akan mengubah segala keadaan dan kondisi kita pada waktu itu. Acis berharap Acit dapat mengerti perasaan dan kondisi Acis seperti itu, sehingga Acit tetap sabar dan tawakal dengan segala hal yang menyangkut tentang diri kita, khususnya mengenai Acis.

Acit, cinta dan kasih sayang ini telah tertancap dan Acis selalu berusaha agar tidak berubah dan goyah, walaupun Acis disukai, dicintai dan disayangi oleh wanita lain, namun cinta dan kasih sayang Acis hanya dan selalu terus untuk Acit seorang. Acis ingin menjalin tali ikatan halal membina kehidupan keluarga bersama Acit dan meraih keridhaan Allah bersama Acit.

Acit, jam ini, menit ini dan detik ini contohnya, Acis sedang mengalami perasaan yang tersebut di paragraph paling awal hari ini. Acis sangat ingin dan terus mendengar ketetapan dan kemantapan Acit untuk Acis guna mengurangi dan menghilangkan perasaan itu semua. Acis juga mohon maaf karena harus terus mengulangi kata-kata yang sudah sering terucap. Hal itu semata-mata untuk merefresh perasaan kita yang mungkin sering diterpa hal-hal yang membuat kita salah paham dan mungkin cekcok. Kadang Acis juga bertanya-tanya, apakah Acit juga merasakan demikian dan mungkin lebih dalam, Acis belum bisa memahami Acit sepenuhnya tentang penampakan wajah, watak, sifat dan perilaku Acit ketika kondisi Acis sedang seperti itu.

Diam, tidak cemberut juga tidak tersenyumnya Acit membuat Acis bertanya-tanya tentang kondisi Acit, Acit sedang kenapa, sedang ada apa, dan kenapa? Mungkin pertanyaan itu kedengarannya sepele, namun Acis sangat mengharapkan jawabannya, tidak lain dan tidak bukan untuk menenangkan dan melegakan hati Acis.

Acis berdoa, semoga apa yang kita yakini sebagai janji dan komitmen kita berdua, tidak akan kita langgar dan kita ingkari. Hal itu sudah pernah Acis jelaskan “dua malaikat di pundak kita”, dan semoga cinta kita kekal dan abadi meski nyawa tidak lagi mampu menemani tubuh yang mungkin sudah rapuh, tua dan rusak bahkan hancur.

Selanjutnya, berbagai manajemen hati dan pikiran terus Acis perbaharui agar segala apa yang telah kita rencanakan dapat terwujud dengan segera sesuai dengan apa yang kita inginkan. Walaupun hal itu sangat berseberangan dengan apa yang sudah Allah skenariokan kepada kita. Akhirnya seharusnya kita masih terus dan wajib qanaah terhadap apa yang Allah tetapkan untuk kita, kita sederma berusaha dengan apa yang kita yakini bersama “komitmen”.

Sayang (mohon jangan marah, Acis panggil Acit sayang, karena Acis sudah ingin sekali memanggil Acit dengan sebutan itu), hal itu mengindikasikan Acis ingin segera menjalin hubungan halal bersama Acit “nikah”, namun jika kita menilik lagi kepada kondisi kita, Acis terasa lemah dan tidak sanggup menjalani guna meraih itu semua, terasa berat dan sungguh sangat berat.

Acis cuma bisa berharap kepada Acit, bahwa kehidupan tidaklah akan terus berada diatas lingkaran kenikmatan, kebahagiaan dan semua hal yang enak. Pasti kita akan mengalami dan mendapat giliran berada di lingkaran bawah, penderitaan dan kesusahan, yang jadi pertanyaan besar Acis, apakah kita sudah siap dan mampu menghadapi itu semua dengan tanpa mengeluh, protes dan menggerutu? Hal itu sudah sangat bisa dipahami, bahwa rejeki setiap orang pasti mengalami fluktuasi, kadang diatas dan kadang juga dibawah.

Acit, APAKAH ACIT SUDAH SIAP,

MAMPU MENERIMA KONDISI ACIS APA ADANYA

DAN MENGHADAPI SEGALA

KENYATAAN YANG ADA DAN AKAN ADA?

Ini ada suatu kisah tetangga Acis yang bisa kita jadikan I’tibar, ada sebuah keluarga dengan 2 orang anak. Sang kepala keluarga adalah pegawai TU di sebuah Sekolah Menengah Pertama dan Istri adalah seorang guru Wiyata bakti di sebuah Madrasah. Sang kepala keluarga adalah alumnus pada sekolah dimana dia bekerja sekarang ini, dan berhajat ingin meningkatkan gajinya, lalu dia melanjutkan studinya dengan mengikuti perkuliahan pada suatu perguruan tinggi. Akan tetapi pada akhirnya, dia dituntut untuk mengurusi statusnya pada sebuah lembaga pendidikan agar title yang dia sandang bisa menjadi pegawai negeri di Semarang.

Dalam perjalanan tersebut, seorang kepala keluarga tersebut, berusaha mati-matian guna mendapatkan apa yang dia inginkan dengan menjual tanah dan rumah yang sedang ditempati ibu sebatangkaranya. Dan guna mendapatkan statusnya menjadi “negeri” dia pun mengurangi nafkahnya untuk keluarga dan mungkin menjual perhiasan istrinya. Sehingga istrinya kurang menerima dan katanya istrinya mengalami gangguan mental akibat ambisi si suami untuk mendapatkan title S1 dan pegawai negeri.

Acit mungkin itu sekelumit cerita tentang lika-liku kehidupan yang menyiksa hati dan perasaan akibat ketidakcukupan ekonomi yang di peroleh seorang suami untuk menafkahi keluarganya. Acis juga sangat mengkhawatirkan hal itu akan menimpa pada diri kita.

Sahabat Abu Bakar pernah berkata:

كَادَ اْلفَقْرُ أَنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

Artinya: “aja-aja (jangan-jangan) kefakiran itu dapat menjadikan seseorang itu kufur (nikmat dan agama) (karena ketidakcukupan kebutuhan dan hajat hidup keluarga.

Udah dulu yang de, Acis nunggu tanggapan dan pernyataan kesanggupan Acit tentang hubungan kita. Walaupun Acis sudah tidak sabar ingin meminang Acit, namun dengan melihat kenyataan Acit dan Acis sendiri, Acis tetap harus memending keinginan itu sampai kita selesai kuliah dan benar-benar telah siap menjalani hidup bersama dengan segala cobaan dan ujian yang akan menghadang dan tidak bisa kita prediksikan seberapa besar kesanggupan kita menghadapinya.

Acis meminta maaf dengan perasaan Acis seperti itu, tapi bukan berarti Acis menyerah dan putus asa dengan kehidupan ini, Acis akan tetep dan terus berjuang sampai kita mencapai dan meraih apa yang telah kita rencanakan, asalkan satu permintaan Acis, Acit tetap kuat, menguatkan Acis (memberi cinta, sayang, support, perhatian) kepada Acis sepenuhnya.

Acis juga menyampaikan terima kasih dengan segala apa yang telah Acit berikan. Semampu Acis, akan Acis balas dan akan terus Acis landasi balasan itu dengan rasa cinta, sayang, perhatian dan peduli yang tinggi serta ikhlas dan tulus.

Acis sangat mencintai dan menyayangi Acit, Acis ga ingin pisah dan ingin terus bersanding dengan Acit, mungkin hancur hidup Acis jika cinta ini, hubungan ini kandas ditengah jalan.

“cinta yang dilandaskan pada akal dengan tidak menghilangkan perasaannya sebagai awal mula cinta itu tumbuh, akan menyadarkan si pecinta akan pedas, asam dan pahitnya kehidupan”

“keyakinan cinta yang kuat akan mudah menghilangkan akal si pecinta, maka hanya dengan banyak berzikir lah, si pecinta akan mampu menjalani itu semua dengan tidak putus asa dengan tidak ragu akan cerahnya masa depan bersama pasangannya”

“acit adalah kekuatan hidup acis

Dan acis adalah kekuatan hidup Acit, benar nggak de ?”

Acis bo2 seniki nggeh……..

Wonosobo, 19 September ‘09

Dihari terakhir puasa (insya Allah) ade menyempatkan untuk sedikit menulis tentang perasaan ade yang sedang kangen dengan mas, ade sangat berharap mas bisa datang silaturahmi lagi ke rumah ade waktu lebaran. Ade memang belum berani sowan ke ayah bersama mas.

Jum’at 25 September 2009

Acit        : Ad ngertos Acis saweg katah beban, tp ad mboten pengen ne ambil kptsan mboten dipikir rien, ne Acis pngen bahagiaken ad, Acis ampun lemah, ne Acis saweg kados niki, Acis mbten emut Acisa depan ad n Acis.

Acis        : De, Acis nuwun ngapunten ngeh, wau mtr kods ngaten 2 ad,  ngeh mekaten Acis ntenipun, mtrnuwun ats motvasi, nasehat, saran dan sdoyo mawon, mg mbothen bdhe mandeg n bosen, mpun maem dereng?

Acit        : Sami-sami Acis, manusia kadang dalam keadaan lemah tapi kadang motivasi hidupnya sangat tinggi, itulah manusia, Acis. Kadang diatas kadang dibawah, krn hidup manusia selalu mengalami perubahan tidak stagnan.

Acis        : Nopo Acis tergolong manusia se bibit, bobot n bebt pas sebagai suamine ad? Acis nuwun ad jujur ngeh, ne pancen mboten pas, Acis trima jawaban niku, nopo tetep Acis calone npo nten lintune ?

Acit        : Acis tetep calone ad, memang tidak semua harapan ada pada Acis, tapi insya Allah nanti harapan itu ada pada diri Acis setelah kita halal, tidak ada manusia yang sempurna Acis, pasti ada kekurangan.

Acis        : Mboten nten lintune ngeh, trus harapan niki nten teng sinten de? teng pundit letak istiqomah hati untuk mencintai ne sedoyo kebaikan (menghargai, menghormati, taat, patuh dan sebagainya) hati surut ?

Acit        : Nten teng Acis, Acis geh nate matur ne sampun halal Acis badhe berubah, Acis emut-emut ad sering matur np teng Acis, Acis matur nopo teng ad

Acis        : matur nopo ?

Acit        : Acis se mboten rokok, Acis se rajin wungu ndalu

Mboten benten raose, tapi wajahe Acis se benten ketingale wonten nopone. Acit geh mboten ngertos, Acis. Acit dereng saged ginaaken intelektual sepenuhe, Acis. Perasaan langkung teng ngajeng teng dirine Acit. Leres matur Acis niku se nyebabaken sering salah paham. Acis ge pikiran, Acit ngge perasaan akhire mboten nyambung.

Acis ne rencanane langsung kiliah meleh pipun 2 Acit nopo Acit ditilar, nopo kuliah meleh sa’mpune nikah.

21 September 2009

Acis, lebaran kedua saudara-saudara dari ibu semua datang. Lama-lama mereka ngobrol (bapak dan saudara-saudara) sampai pada obrolan tentang pendidikan. Bapak bilang bahwa jangan pernah sekali-kali mencari ilmu untuk sebuah jabatan atau pangkat.

Manusia sudah ada jalan sendiri-sendiri dalam memperoleh rizki dan pasti ada jalan untuk memperoleh itu selama manusia itu mau berusaha.

Kemudian obrolan berlanjut, mereka Tanya tentang Acit sudah selesai belum kuliahnya gitu.

Bapak bilang belum selesai semua, maksudnya masih skripsi+wisuda. Padahal sudah semester IX terus saudaraku cerita tentang anaknya yang kuliah di UNNES semester VII juga dah mau skripsi, anaknya memang pandai dia ngambil Manajemen Keuangan. Acis, Acit jadi khawatir ga bisa ikut wisuda besok November, karena sampai sekarang skripsi Acit juga belum selesai.

Obrolan berlanjut tentang pernikahan/hubungan anak dengan lawan jenis. Bapak bilang lagi seperti yang dulu dinasehatkan buat aku “kau Acisih pengin menuntut ilmu masalah-masalah lain termasuk soal lawan jenis jangan dipikir dulu, nanti bila sudah saatnya ga usah dicari juga datang sendiri.

Saudaraku bilang “bener” leres ne kds niku. Sukses dulu baru memikirkan nikah.

Malah kalo memang anak pandai sekolah lagi lebih baik. Dari obrolan itu Acit jadi mikir, Acit ga boleh tergesa-gesa mengambil keputusan, apa lagi soa nikah, jadi Acit berpiiran Acit dan Acis memang harus selesai dulu kuliahnya, Acit dah punya pekerjaan lebih-lebih Acis juga harus sudah berpenghasilan/ mempunyai pekerjaan karena nanti Acit akan menjadi tanggungan Acis.

25 september 2009

Acis Acit bisa mengerti beban Acis banyak, Acis kesel, cape, sehingga pikiran Acis ga bisa focus. Sekarang ga usah membahas masalah materi, materi dan materi. Itu yang selalu membuat Acis berkata ma satu orang yang tak berpunya dan lain-lain.

Acis, Acit kan sudah sering bilang manusia itu sudah ada jalan rizki masing-masing. Acis ga usah khawatir tidak bisa membahagiakan Acit, kebahagiaan ga hanya diukur dengan materi. Memang tanggungan anak laki-laki lebih berat dari perempuan, harus lebih siap.

26 september 2009

Acis, sebenarnya Acit itu ga pengin cuek sama Acis, tapi kadang kondisi yang menyebabkan di mata Acis, Acit itu cuek. Acit memang beberapa hari ga bangunin Acis, karena ma situ jarang sekali tidur malam. Tapi, ketika waktu subuh sudah dekat Acis baru bisa tidur sampai ga shalat subuh. Acit sedih ne Acis sering bangun kesiangan. Subuhnya selalu dikodlo. Kebiasaan-kebiasaan Acis yang ga tidur malam jangan dibiasakan, aktifitas pagi dan siang itu butuh tenaga Acis, kalo Acis ga pernah tidur gimana dengan kesehatan Acis.

01 Oktober 2009

Acis, ketika Acis merasa senang bisa membantu Acit, begitupun sebaliknya dengan Acit, Acis. Makanya Acit tadi kaget ketika Acis cerita kenapa Acis tidak cerita kalau masalah kecelakaan itu belum selesai.

Sekarang Acis focus mikirin kuliah ya? Kalo bisa sambil mencari tambahan untuk biaya kuliah meringankan beban orang tua. Mungkin sekarang Acis belum bisa bekerja keras, lebih semangat mencari rizki karena Acis belum punya pendamping yang halal. Kata teman Acit waktu di kalibeber yang kemarin Acit ketemu di Wonosobo bulang “anak laki-laki akan semangat bekerja ketika sudah berumah tangga”. Apa bener Acis ? Acit yakin ketika Acit menyinggung tentang nikah, Acis bertambah pikirannya, karena Acis seorang laki-laki mempunyai tanggung jawab besar dalam keluarga, baik keluarga sekarang, Acis sebagai anak pertama ataupun nanti berkeluarga dengan Acit. Acit ga akan mincing-mancing lagi masalah itu, sebelum kita benar-benar siap membahas tentang itu.

Ternyata apa yang kita rasakan dirasakan oleh Linda dengan pacarnya, bahkan keinginan untuk menikah pun, Linda melebihi Acit, posisinya sama pacarnya Linda juga belum selesai kuliahnya meskipun kakak kelas. Karena Linda sudah 7 tahun menjalani pacaran dan ingin segera dihalalkan. Tapi kondisi belum berpihak pada mereka.

10 Oktober 2009

Sms-sms Acis buat Acit takut, Acis meninggalkan Acit gara-gara salah Acit sendiri. Acis tahu kan betapa Acit berusaha menumbuhkan rasa cinta dan sayang buat Acis, sampai sekarang rasa itu semakin tumbuh, ga semudah itu juga Acit akan melepas itu semua. Setelah dipikir semua kesalahpahaman kita selama ini karena belum terbukanya Acit sama Acis. Sehingga pikiran-pikiran negative muncul di diri Acis tentang cintanya Acit terhadap Acis.

Acis kenapa selalu merasa Acit itu minta balasan dengan apa yang Acit berikan buat Acis. Itu yang sering membuat Acis merasa rendah dihadapan Acit, tapi Acis juga harus sadar apa yang berikan, lakukan buat Acit melebihi itu semua dan tak ternilai dengan nominal uang.

Acit juga merasa Acit itu memang kadang masih sombong, angkuh. Acis ga menuduh Acit seperti itu tapi Acit merasa masih diliputi sifat-sifat seperti itu.

Kesabaran Acis dalam mengingatkan Acit membuat Acit merasa malu dengan ucapan Acit dulu “Acit g akan bosan bangunin Acis” tapi ternyata de kadang ga bangunin Acis. Acit memang merasa sifat bosan dating ketika Acis dah dibangunin, ditelpon tapi ujungnya Acis g bangun justru tidur lagi. Itu yang terkadang membuat kebosanan muncul menghinggapi diri Acit.

21.47 WIB

Acit sedang merasakan kegelisahan, kekhawatiran tentang diri Acis, Acit telah menyakiti perasaan orang yang Acit cintai.

13 Oktober 2009

Acis ga perlu menanyakan kenapa Acit baik ma Acis. Setiap orang yang mencintai pasti akan merasa senang bisa membantu orang yang dicintai baik itu materi atau non materi. Acis, Acit sudah pernah bilang Acis ga usah pesimis dengan keluarga Acit, insya Allah mereka menerima Acis ditengah keluarga Acit.

Acis tahu kenapa Acit selalu diam ketika Acis ucap I love u ataupun Acit ga mau telpon ketika di depan teman-teman, karena Acit ga terbiasa dengan kata-kata itu baru kali ini dengan Acis.

Ketika temen-temen cerita habis bertemu dengan pacarnya, pergi jalan-jalan, makan ma ini itu mereka dengan asyik cerita, tapi Acit ga, cukup Acit dan Acis yang tahu, karena terkadang itu menimbulkan kecemburuan sosial.

Acit terkadang juga bingung di pondok Acit itu kan paling besar, meskipun umur banyak yang lebih tua dari Acit, meskipun anak-anak disini sudah dewasa-dewasa kadang terjadi cekcok antar individu, Acisih ada system geng-gengan diantara mereka, terutama di kamar ifah, weni, fai. Acit ga pernah iktu campur masalah mereka karena mereka sudah dewasa mereka tahu apa yang seharusnya mereka lakukan. Sering kali terjadi kadang sampai ada yang nangis. Acit ga kaget namanya juga di pondok, banyak anak dan banyak sifat yang berbeda tapi kadang benar-benar kelewatan, Acit pun sering makan atu, tapi Acit tetap bersikap biasa, ga Acit pikirin.

Apalagi pertama kali merka tahu Acit dengan Acis berbagai omongan terdengar di telinga Acit, tapi Acit ga pernah ngomentari mereka.

Acis Acit itu ga bisa membahasakan perasaan seperti Acis, terkadang Acit mikir lama ketika Acis selalu meminta Acit untuk curhat tentang perasaane Acit. Sehingga banyaklah jawaban isinya “diam’ Acit hanya diam ……diam.

17 Oktober 2009

Acis, maaf Acit tutup. Acit bingung Acit harus bersikap bagaimana ketika Acis sedang dalam suasana khawatir, perasaan-perasaan yang seharusnya tidak ada selalu menghantui Acis. Kekhawatiran Acis terhadap Acit mengisyaratkan Acis tidak percaya dengan Acit. Acit sadar Acis takut pengalaman-pengalaman dulu terulang lagi.

Acit berusaha Acis untuk amanah menjaga cinta kita karena Acit merasakan kasih sayang Acis berikan buat Acit belum pernah Acit dapatkan sebelumnya dan pengin selalu menjaga itu dan Acit pengin berusaha memberi kasih sayang buat Acis dengan tulus.

24 Oktober 2009 11. 56

Empat hari yang lalu Acis dapat sms dari teman sepondok dulu, namanya Kuni Sa’idah, dalam smsnya dia meminta doa restu untuk pernikahannya, namun waktu itu juga Acis tidak menyanggupi untuk datang menyaksikan akad nikah di pondok yang kebetulan bebarengan dengan acara rutinan malam jumat pahing yang dihadiri oleh Hb. Muhammad bin Thalib Bumijawa Tegal. Dan Acis membayangkan betapa meriah dan penuh barakah dua agenda sakral berkumpul dalam satu majlis. Sehingga sempat terbersit di hati Acis untuk melaksanakan pernikahan bersama Acit diisi dengan pembacaan maulid juga.

Lima hari kemudian dari sms itu, Acis sms ke teman yang dulunya menjadi pacarnya Kuni, Acis bilang “aku s4 kaget ketika dia datang mampir ke rumah karena baru saja bersilaturahmi kerumah paman. Hal itu merupakan adat orang Banyumas, jikalau telah melaksanakan akad nikah, pasti kedua pengantin baru, pergi berkunjung ke rumah saudara khususnya yang lebih tua untuk meminta doa restu menjalani kehidupan keluarga mereka.

Lalu Acis sms Acit,

Acis       : Da 1 kejadian lagi yang bisa jadi sama persis yang ma salami; si dia tinggalkan lelakinya untuk menikah dengan yang lain, mas alami tu dulu, apakah percintaan Acis yang Acis harapkan dengan sangat adalah yang terakhir kali dengan Acit akan berakhir kayak gitu lagi ? mang jodoh ditangan-Nya, tapi apakah tidak ada proses yang mungkin bisa dicerna dengan mudah dan halus, telp nggeh ne mpun maos sms niki kanti lapang…

Acis       : Cit, Acis nuwun ngapunten, sanes Acis ngajak ken obral janji, tapi itu mang suatu ketetapan n kemantapan hati, Acis wantun nantang janji bahwa Nabi ngendika salah satu golongan yang sangat dicintai-Nya adalah pemuda-pemudi yang berkasih-kasihan karena-Nya. Acis tetep janji n berusaha penuhi itu walau nyawa bayarannya, Acis tetap berusaha murnikan cinta ini dari nafsu-nafsu, Acit purun janji?

Acit       : Acit dereng wanton ngucap janji-janji Acis, tapi Acit berusaha jagi cinta qt, Acit pun mboten badhe damel cinta niki dipenuhi nafsu, cinta se tulus mboten didasari nafsu, tapi justru menjaga dari nafsu0nafsu itu.

Acis       : Pada tiap tingkatan ujian hati untuk mencintai dan menyayangi, Acis selalu tinggalkan dengan janji dan Acis lulus memuaskan, Acis selalu menang pertahankan janji melawan hawa nafsu kalah lawan jenisnya, dengan Acit pun begitu. Kalau yang jadi pertimbangan dan menjadi keraguan dihati Acit adalah materi sebut saja duit, Acis nuwun Acit katah-katah maos istighfar dan shalawat, nopo nten pertimbangan lain ?

Acit       : Mboten Acis, sanes materi np lintune se nyebabake Acit mboten purun janji, tapi karena kelemahan posisi Acit sebagai anak perempuan dalam keluarga. Dari awal Acit pun percaya keseriusane Acis teng Acit dan Acit mboten

Acit       : Badhe nyia-nyiaken keseriusan niku. Acis snki focus teng kuliah, ampun mkir se damel Acis pesimis teng Acit. Acis kedah percaya 2 Acit. Acit setia menunggu Acis, sampai Acis siap memperistri Acit.

Acis       : Acis sangat mencintai n menyayngi Acit, Acis berharap Acit lah yang terakhir n menjadi teman hidupe Acis selamanya, ne bukan gombal tepi Acis mantep, Acit ampun nilar Acis nggeh.

Acis       : Acit, Acis minta maaf baru selesai belum direnungkan semua curhat Acit, ternyata p x l = Acit sangat cinta ma Acis…juga masalah tadi sore, rasa trauma itu dating ketika hal yang sama terjadi ma temen sadis (kelas 6 KMI) Acis walaupun permintaan 90 % dari pihak cowok yang awalnya dari pihak cewek coz dating orang ketiga untuk melamarnya. Karena mang temen Acis belum siap dan lagi di Jakarta dan ketika Acis cerita ma Acit, Acit jadi kebawa, maafin Acis ya,

Acit       : Geh, Acit geh nyuwun ngapunten Acis, Acit drg sgd perhatian teng Acis, sesuai harapan Acis, sepindah mleh Acis Acit adalah Acit yang tidak sama dengan orang lain,  n sgd jagi komitmen se mpun wnten.

Acis       : De, Acis ga pengen trauma itu muncul bahkan terjadi lagi ma Acis. Acis pengen kita sampe nikah-nenekakek-akhirat. Moga Acit saged ngertos perasaan n kondisine Acis se selalu damel Acit repot, medalaken arto.

Pamijen, 26 Oktober 2009

Selesai edit skripsi, Acit menyempatkan untuk sedikit mengungkapkan perasaan hati, setelah membaca surat Acis tadi malam, Acit berfikir memang tidak seharusnya kita bersikap seperti itu, justru itu akan semakin menjauhkan kita tanpa adanya komunikasi. Karena apa, komunikasi dalam suatu hubungan sangatlah penting alias PENTINGUN.

Bukan sekedar kata-kata Acis bahwa Acit memang sulit mencintai seseorang. Acit juga pernah cerita sama Acis bahwa pertama kali Acis mengungkapkan tentang perasaan Acis, Acit belum sama sekali mencintai dan menyayangi Acis,, rasa itu Acit tanam sedikit demi-sedikit karena Acit juga yakin bahwa semua ada prosesnya dan Acit belum melewati proses itu. Acis bilang bahwa muslim sejati tidak akan putus asa dan kecewa, tapi Acit hanya manusia biasa yang punya perasaan dan perasaan itu telah disakiti oleh orang yang Acit cintai waktu itu, sampe akhirnya Acit menutup diri untuk berhubungan dengan yang namanya cowok. Pikiran Acit waktu itu Acit g mau menjalin suatu hubungan lagi inginya langsung menikah tanpa proses ta’aruf yang lama, karena takut kecewa lagi. Dari keputusan Acit itu, Acit selalu berdoa agar mendapat pendamping yang benar-benar cinta dan sayang tulus dengan Acit, menerima Acit apa adanya.

Dan pada akhirnya Acis datang tiba-tiba mencoba membuka hati Acit, walaupun waktu itu rasa itu belum ada di hati Acit, karena Acit tahu Acis masih dengan orang lain, dan Acit g mau disebut perebut ataupun perusak hubungan orang. Setelah Acis cerita semua tentang diri Acis dan kondisi Acis saat itu Acit berusaha berfikir logis. Dan akhirnya Acit  menemukan jawaban perasaan hati Acis, Acit belajar berusaha mulai mencintai dan menyayangi mas dan membuka hati Acit untuk menerima Acis dalam kehidupan Acit. Acit g mau perasaan yang sudah begitu besar di hati Acit pupus hanya karena keegoisan kita masing-masing, Acit merasakan begitu dalam cinta dan sayang Acis terhadap Acit yang bisa menghilangkan dugaan awal, bahwa Acit hanya buat pelarian cinta Acis.

Satu kunci kekhawatiran Acis akan hilang, Acis harus percaya pada Acit, karena Acit g akan ninggalin Acis, Acit akan setia menunggu Acis, ,jika berbicara masalah jodoh memang kita ga tahu, Acis, tapi Acit akan berusaha tetap setia sama Acis, dan Acit percaya bahwa kedua orangtua Acit g akan memaksa ataupun menjodohkan Acit tanpa konfirmasi dulu dengan Acit.

Sekarang Acis tinggal berusaha menyelesaikan kuliah Acis dengan baik, baru Acis memikirkan bagaimana mewujudkan apa yang kita harapkan. Acit yakin kita sanggup mengendalikan diri kita masing-masing agar tidak terjerumus pada perbuatan yang dilarang, satu prinsip Acis menjaga Acit, dan Acit pun menjaga Acis, kita sama-sama saling menjaga karena orang yang mencintai g akan merusak ataupun menjerumuskan orang yang dicintai ke jurang kenistaan, tapi akan berusaha membuat bahagia bagi pasangannya

26 Nopember 2009

Acit: Mas pipun, ade 6be bo2 sekedap, niki badhe papung, atis sanget.

Acis  : Mas saweg maos buku supados nambah iman dan pengetahuan; suudzon, khawatir ad ingkar, mboten percaya 2 ade saged terkikis dan ical, ne tebih saking ad, sedoyo niku ujug2 muncul, menurut mas niku karena raos cueke ade saking kata-kata dan perbuatane ade se mas tafsiri sebagai sikap/perbuatan cuek 2 mas, milo mas nuwun 2 ad dengan tidak terpaksa dan berlatih, ad saged terbuka 2 mas.

Dari kata-kata mas tadi, mas minta koreksi tentang tafsirane mas teng ad, dalam hati kecil mas berkata “ad tidak kayak gitu adanya”, tapi “sebaliknya dan malah dalam”. Mboten sanes pembahasan ne, mas pengen ngajak ada, bahwa kata hati murni sekalipun tentang cinta dan sayang pasti tercampur nafsu, kenapa mas begitu mencintai & menyayangi ad, karena ad begitu kuat pegang janji dan amanah-Nya sekuat tenaga. Walaupun masih ada hal-hal yang tercampuri, itu pun selalu ada usahakan untuk menjadi murni, selain itu bahwa kelemahan mas: perasaan, mudah tersinggung, cepat marah, gejolak perasaan yang fluktuatif dengan cepat, tapui ada tetap berusaha sabar, stabilkannya, itu juga yang buat mas yakin ade lah temen hidupe mas, semoga ade tetap berusaha terus tanpa bosan, ngeluh, dan protes then bisa terima mas apa adanya. bukan sekedar pemuas nafsu walau dalam bingkai halal, tapi mas pengin mados hakekat cinta dalam diri kita dan kita sendiri sebagai kauniyan-Nya, mas berharap ade saged tabligh dengan kejujuran, akhlak, etika teng mas terhadap sedoyo kekhilafan dan kesalahan mas dengan dasar penerimaan yang bijak dan “qul alhaq walau kaana murron”, sehingga keterbukaan dan kejujuran terus diagungkan. Silahkan ade renungkan dulu dan dicatat di buku diary ada niat suci dan mulia cinta kita akan menghadapi perjuangan yang bukan sepele tapi membutuhkan akhlak yang mulia: keteguhan, kesabaran dan kebijaksanaan hati yang tak terukur, sehingga “mati” lah ukuran dari semua itu. Mas nuwun ngapunten 2 ade, mas katah salah dan khilaf, dereng saged penuhi dan bahagiakan ad, ngapunten de, I LOVE U.

Acit       : mas tlg mas jelasaken smse mas sedoyo, ade kedah pipun, mas mboten percaya 2 ade.

Acis       : mas mboten nuwun ad cepet nyimpulkan kados niku bahwa mas mboten percaya 2 ade, tapi cobi direnungkan rien. Mas yakin dalam diri ade ada secercah cahaya dan mutiara yang bisa pudarkan segala kenegatifane mas, milo mas nuwun ampun cepet disimpulkan, niku berarti ad langsung terima kata-katane mas sedoyo wau dengan perasaan, gambaran cintane mas sangat sederhana ko’ de, direnungaken, dibalik kenegatifane mas niku nten keyakinan, kepercayaan ten gade, tapi itu mudah kabur dan belum berdasar kuat, sehingga mudah terombang-ambing, tapi mas yakin dengan sifat-sifat Rasul yang ade miliki; Amanah: setia, Tabligh:  jujur dan terbuka dan yang dua ade kiyasaken piyambek geh, ade ampun taken, deneng niku mung ge ade, mas pipun ? jwbe: “ade setia, mas setia” niku patokane.

Acit       : geh ade mung maos sekedap, ngapnten geh, ad saweg gendong ponakane ad wangsul wau, seneng swg kumpul, salame mas mpun ad smpeaken.

28 Agustus 2008

Cinta adalah awal dari cerita

Bunda melahirkan kita atas nama cinta

Qais menjadi majnun atas nama cinta

Romeo menenggak racun atas nama cinta

Dan bunda hajar berlari-lari antara shafa dan marwah atas nama cinta

18 Juni 2008 10.40 pm

Cinta diberikan untuk orang yang masih mempunyai harapan meskuipun pernah dikecewakan

Cinta itu tetap ada dan percaya masih ada cinta untuknya

09 Maret 2009

Acis & Acit: komitmen saling setia, terbuka dan jujur

6 Mei 2009

Kedua ruh dan jiuwa seta raga manusia hanya bisa bersatu jika cinta telah diikat dengan ikatan tali perkawinan

6 Mei 2009 10.17 am

Faktor yang menjadikan cinta berwujud baik yaitu jiwa yang berkepribadian baik maka akan mencintai sesuatu yang baik, rasa cinta dalam kondisi baik akan menjadikan kekasih tetap setia pada pasangannya walaupun hanya melihat beberapa kebaikan-kebaikan saja (Ibnu Hazm)

21 juni 2009

Ade purun dados istri, ibu dari anak-anak mas dan menantu bapak Zaenal Abidin.

08 Juli 2009

Geh mas, cinta n sayange ade mpun mas beto, mboten badhe diparingaken tyang sanes, mpun ndalu mas bo2 geh, mangke ade gugah mas, ad cinta cinta dan sayang mas

22 Agustus 2008 02.57 pm

Kala malam bersihkan wajahnya

dari bintang-bintang

dan mulai turun setetes air langit dari tubuhnya,

tanpa sadar nikmatnya alam karena kuasamu

dan takkan cukup sampai diakhir waktu perjalanan ini.

Terima kasihku kepadamu Tuhanku

tak mungkin dapat terlukis oleh kata-kata

hnya dirimu yang tahu besar rasa cintaku pada-Mu.

Tuhan anugerah-Mu tak pernah berhenti

selalu datang kepadaku

Tuhan semesta alam dan

satu janjiku takkan berpaling darimu.

27 September 2009 10.31 pm

Cinta adalah pilihan terakhir untuk tempat curhat

Cinta senantiasa bersemayam dalam hati manusia

Manusia pilihan hati adalah yang bisa menjadi sempurna bagi pasangannya, karena sanggup menerima apa adanya dan selalu bersyukur terhadap segala pemberian yang ada

Orang kayak diakah tempat curhatmu sehingga cinta harus punya kriteria dan sarat

Sungguh cinta selalu tumbuh dari kebaikan-kebaikan dan tidak punya kriteria dan sarat

06 Desember 2009

Mas, ade geh sayang sanget 2 mas, seandainya pun ade domisili, ade akan setia 2 mas n mboten badhe berubah. Coz ade mpun gadeh niat suci urip sareng 2 mas

26 Desember 2009

Cinta adalah fitrah usaha manusia untuk eksis bersama pasangannya di dunia dan di akhirat, apakah manusia berhak memutuskan dengan siapa pasangannya, walaupun ikatan telah terjalin melalui interaksi social?

Tulah kenapa banyak orang kecewa, mabuk, bahkan bunuh diri karena putus ikatan dalam interaksi social. Sesungguhnya cinta berada dalam alam metafisik, bukan alam empiris yang bisa diraba, dipeluk dan dicium, maka dari itu, cinta harus ditembus, dirasakan bersama sifat Ilahiyah-Nya melalui kesadaran berpikir, bertindak dan berperasaan, renungkanlah semua itu, karena hal itu dapat memperdalam pengetahuan kita tentang diri kita, kamu dan cinta itu sendiri.

10 Januari 2010

Mas ikhlas jalani LDR de, walaupun dalmnya cintane mas buat batun tersiksa karena kudu nahan kangen yang sangat, kudu langkung sabar, tawakal dan qona’ah,, mas bade matur hal mendasar tentnag kita, kawit wingi jane mas pengen amtur tapu njuk nten masalah dado dipending, mugi2 tes mas cerita manke, pengertian, perhatian ade tambah teng mas, karena niku nyangkut niat suci dan jihad.

Pipun tanggapane ade, saking rencang, ade mpuin angsal kepercayaan, mas berharap ade saged maringi mas langkung saking rencang-rencang bahwa ade saged dipercaya, ade jujur, ade setia, ade pandai bergaul dan ade saged bahagiakan mas walau mas bukan orang berpunya, tapi insya Allah  dengan kekuatan cinta kita, mass aged bahagiakan ade, penuhi segala kebutuhan hidup kita, ade dukung mas geh.

Elinda matur “sro yang penting saling percaya aja, kta juga ngejalanin semua ini, juga tidak lari dari berbagai masalah, dan dari masalah itu bikin cinta kira menjadi lebih berat, Acit bisa dipercaya kok.

Kikislah rasa cuek dengan anggap mas niku penting skniki dan selamanya. Atau biarkan mas liar hingga mas nilaraken ade, sesibuk apapun sempatkan curahkan perhatian kita masing-masing, ade penting ge as skniki dan selamanya, karena cintane mas mung ge ade, jiwa raga ini akan penuh semangat dengan cintane; perhatian, pengertian, sayang dan cinta ade, repeatition untuk merefresh geh de, I love u.

11 Januari 2010

Janji ade jiwa raga cintane ade mung gem as, ad sudah mantep bahwa mas ge ade, ade khawatir jka ternyata ad 2 mas mboten jodoh mas nyangka ade blenjani janji.

Ade mboten ngertos, mugi mawon ade saged dados media ge niku sedoyo, coz mediane ge teksih butuh perangkat-perangkat se damel media niku saged sempurna, mpun geh mas ade bobo. Ne dereng shalat, shalat rien.

Nopo mas percaya niku berpengaruh, mas selalu matur doa wudlune dingge mboten ko ngantos wajahe rusak, ade selalu ingat mature mas tentang doa wudlu, shalawat, mas ampun khawatir ade tetep cinta n sayang mas

Ade janji cintane ade mung ge mas

Alangkah indahnya kebersamaan kita bila sudah halal setiap apa yang kita lakukan berlipat pahalanya, mas mungkin belum merasakan dalmnya cintane ade, tapi suatu saat mas tahu bahwa cinta ade bisa lebih dari mas, I love u too.

Leres ne mas matur perempuan saged langkung agresif, tapi ade selalu pengen jaga niku, ketika kita sedang bersama ade pengen selalu dekat mas, pengen merebahkan kepala ade teng dadane mas, tapi mas ade pengen jaga diri kita.

Saking katahe pertanyaane mas, npo mawon se ade matur niku ketutup, nopo se ade matur wekdal ad kangen, nopo se ade pengen niku memang ade dereng matur sedoyo, mas paha sifat permpuan niku pemalu.

Ade nembe ditelp bapak njuk matur 2 mba, mas kenging nopo kados niki maleh, geh sumber masalah awit wingi niku ade, leres mature mas, ade setia mas setia, ade selalu mancing salah paham.

Geh ade sanggup, sepindah maleh ade nyuwun ngapunten ade niku teng mriki mpun mboten tenang pengen wangsul mas, ade mpun matur alasan-alasan enggal wangsul, ade nggeh mpun ken teng pondok.

Geh, se sabar mawon geh, net eng mriku mawon mboten pamitan, mas awi t awal, nopo ade mboten kangen 2 mas, mas kangen sanget de, kapan kita saged bersua meleh.

Geh tapi mas nuwun kepastian ade wangsul kapan, raos mboten sekeco menggantung de teng atine mas, ade geh ngertos nunggu niku membosankan geh, saged damel mas mboten kados niku mboten?

Ade badhe wangsul cepet nopo dangu, saniki mas mboten badhe maksa-maksa ade meleh, ade kedah ketemu mas dll maleh, ade mpun ngertos mas kepipun, tapi ingat n ingatkan janjine mas geh,

Ko’ ngancam, mas nuwun dibucal pikiran-pikiran negatife ade, mas nuwun dibucal seniki, mas berharap jawaban kepastiane ade, walaupun sering terucap, sanes pertanyaan pancing debar kadis niku ade,

Ade, ne niku ngancamm, mas gadeh pertanyaan ge ade. Nopo ade nate khawatid kehilangan mas atau mas nilar ade padahal mas mpun janji, pipun? Nopo ade nate raos cinta begitu meningkat dan mendalam sewaktu-waktu atau serin pripun? Nopo ade nate pengin disamping mas, pengin bersandar di dekat mas dsb. Mas berharap ade jawab niku kanti jujur, terbuka layaknya mas.

Cerita sedoyo nopo se mpun ma salami 2 cewek sderenge ade, pipun perasaane ade saniki teng mas, nopo ade saged nyegah raos cinta se saweg ningkat n mendalam pipun carane de dijawab geh,

Mas ge ade niku dados penghalang/pengemangat, kepipun ade mariongi semangat, nopo e perhatian, pengertian dan kasih sayang se dalam sebagai bahan bakare mas meniti kehidupan wujudkan cita cinta kita?

Nah niku, selalune ade nuwun mas dados tiyang se ma’rifat, ne kados niku berarti ade salah orang, mas sane tuyang ma’rifat se saged maos hati dan pikiran orang tanpa ekspresi, ngapunten.

Kengeing nipi ade mboten nate taken, mas juga pengin ditakeni, nopo msa terlalu terbuka, jujur dados mboten sah ten se ditakeni? Ade jawab niku rien geh,

Mas mboten pengin ade kados lintune, tapi berani karena bener dan takut karena salah yang malu hanyalah orang yang berbuat salah, nopo ade pengin cepet-cepet kita halal? Geh mas ngertos lampu ijo mpun nyala, nopo mas badhe ditilar dan ade mlayu piyambek, mas senantiasa nunggu sabar dan setia, nopo pantes seorang muslim/mulimah berlaku air susu dibalas air tuba, mas moh kelangan ade, moh !!!

Geh mpunlah de, ne mboten purun jawab geh mpun mboten nopo, to dados perdebatan, padahal ne mung dijawab 2 jawaban jujur, terbuka, layaknya  ade taken sedoyo npo se mpun mas lakukan 2 sderenge ad, mboten dadossaken salah paham, debat dsb, geh mpun mas nuwun ngapunten geh terlalu katah taken coz mas gampang lali, tapi ade teksih boesen n males ngelingaken mas nuwun ngapunten.

seX lagi mas nuwun ngapunten, mas maghrib rien terus pangkat mucal ne mas ngijini walaupun saweg jawoh ageng teng mriki, matur mawon de pelajaran, pengalaman dan materine.

Disebutkan dalam suatu buku tentang pejagaam harmonisnya hubungan cinta, tidak bosen n enggan adanya pengulangan (repetisi) kata-kata cinta yang indah meski terucap berjuta2X bila cinta terjada, kata2 itu senantiasa menghiasi menambah indahnya hubungan, bila telah terbingkai halal, dunia kan terasa abadi n kekal coz nikmatnya yang maha lezat n tidak terlupakan, I love u

Janji geh cinta niku mung gem Mas hingga kita halal n pulang

Janji jiwaraga nopo mboten? Jodoh adalh hal ghaib, Dia yang tahu, mas yakini niku, so mas wonten janji, komitmen, tidak ada kata putus dan diputus, mas yakin kita jodoh, ne mboten tawakale kantun maju

Se saged rusak janji kita mung jodoh, ampun khawatir se penting sedoyo jalur niku jelas, jujur, terbuka n setia, sifat se 4 dingge. Ampun khawatir geh mas mung cinta sayang ade jiwaraga sepenuhnya. Mau pengin miliki ade selawase, angsal geh, mas nuwun perjalanan kita 1 bulan se penuh masalah n salah paham ade serta geh mugi sageh nambah cinta sayange kita.

Mas dereng saged nyerat de, mas konsen ujian rien, mas mboten ngaos, saweg jawoh, ndalu rumabe damel mas mboten saged bobo de….

Ad ampun kaget geh ne ngenjang kepanggih mas mukane rusak, tubuh niki mboten kuat nanggung raos cintasayang n kangen mast eng ade, sehingga mukane mas jendol2, ade tetep cintasayang mas geh.

Geh de, tapi dugi saniki mas dereng nemu kepipun hati niku wuklu, se umum n sinten mawon mpun ngertos, hafal wudlu niku ge fisik tapi kepipun hati niku wudlu ad ngertos wudlune ati?

Mas mpun nate marur, ms saweg proses pencarian temen se saged ningkataken ketakwaane (salik menjadi sufi) sekaligus temen hidup maksudnya berusaha menjadi kados niku n mados wudlu, shalate hati nopo?

Moh ayo dipadosi sareng2 ben ade n mass aged ngertos, paham dan saged ningkataken takwa sareng purun?

Ade, sm2 awit wau diserat geh, teng ms incal sedoyo, coz inbox n sentbox penuh, dados mboten kesimpen, badhe diketik ge lanjutan diary kita tentg computer.

Akankah aku terbangun jam 3 pagi ne

Coz suara hp berdering penggilan

Cinta kekasih yang sedang liburan ke Bogor

Hingga aku terbangung di malam pertama

Coz desiran nafas istri tercinta menyentuh pipi

Lalu dengan sepenuh kekuatanku

Aku bahagiakan istriku

Hingga ditiap tiba malam2 pertama yang lain

Hai istri tercinta seberapa dalamkah hatimu mencintai hingga terima aku apa adanya, masihkah terukur?

Deneng taken, selama fatehah terlantun dari bibir ade itu ge mas insya Allah kita saling merasa, ade purun bernafas 2 nafas mas, ade hidup dengan jiwa mas, np raos trima hatine ade mas apa adanya ten ukurane, kenging np  mas taken, coz hatine mas terima ade apa adanya seutuhnya, tidak Cuma badan/jiwa, tapi ke2ne? mas sayang ade,

O niku ukurane/kriteriane? Geh mas berusaha penuhi niku, mas mboten badhe matur nopo se mboten mas remen saking ade. Coz mpun hanur lebur oleh cintane mas se agengn teng ade, ayo dirubah. Ngapunten de ne mature mas salah n nyinggung, deneng mboten dibales2, ne mpun bobo biasane pamitan, kenging nopo ade? Nopo badhe dirubah, nopo tetep harmonis dan terjuada tanpa perdebatan.

Ad np raos kangen langsung lenyap berubah gantos kesuh, benci n jengkel teng ms deneng mboten dibales2, mas nuwun ngapunten mas salah, geh mas berusaha beruibah ge ade “kesuh mengeraskan hati” mas taken rencang cewek tentang sms mas “o niku geh,…” niki jawabane “o menurutku tug a nyinggung, malahan itu suatu kejujuran dari cinta.

Kenging nopo ade tega mendelaken mas kados niki. Sekemutane mas, mas mboten nate damel niki teng ade selama ade garap skripsi, terkecuali ade mboten matur, tapi kenging nopo kados niku se mas angsal de, nopo niki susu & tuba, ade bales geh.

Terakhir, niki mboten dibales, hapene t’banting mawon, mas nyuwun bls ade, saged maafaken mboten mas nyinggung mboten teng ade, mas nyuwun ngapunten.

Ade, tulisan curhat kita angsal diwaos tiyang sane mboten, ngenjang mas badhe kepanggih Linda sharing makalah kompre curhat juga. Geh mpoun mboten sios, niku mungn mas badhe curhat mawon 2 linda, tapi ade mboten ngijini geh mpun mboten sios mawon.

Ade, mas nyuwun ngapunten dame lade kaget geh, mas mcsll manke niki, mas digugah subuh geh, ne ping 3 mas dereng mencet berarti mas teksih bobo kersane ade badhe mscll maleh np mboten. I love u

Ade mas isin 2 ade, kenging nopo ade purun 2 mas, mas kesiangan terus, mboten nate subuhan, sugih utang dll. Teksih katah meleh, mas nyuwun ngapunten, begadange mas sane ge maen2 de,

Geh maturnuwun, selama mas urip, sehat ten rezeki mas bayar, tapi se terpenting pola pikire ade dirubah, coni sms mas diwaos maleh, renungaken 5 menit, hasile di smsm teng mas.

Alhamdulillah, geh mpun mas berusaha rubah, ade kedah ngertos, seniki2 siang ge aktivitas, malam ge kerja, fullday de, se penting ade mboten bosen jane, purun mboten

I love u too, geh mah sayang, mpun sarapan dereng? Geh niki saweg teng margi badhe wangsul, wau mpun kepanggih Linda, tapi tulisane mboten sios mas paringaken ken diwaos, ten curhat kita se terlampau jero ge tiyang sanes ade mboten isin?

De, mamas ko ditilar mawon, pipun? Geh mpun ngenjang”mlayu mawon geh!” geh ampun kados niku. Mas mboten nopo2 ko ampun ngraos ersalah sanget kados niku, mpun mundur geh, deneng sekedap temen, ade ngertos geh kenging nopo mas telp, mas kangen ade

“Ade selalu damel mas kecera, awit ade pangkat, ade mboten wangsul2, ade cuek, materi, motor dll. Ade nyuwun ngapunten” pa makna  (bukan arti) “apa adanya” renungkan mas diceritani geh

Ditambah niki, saking 3 dg 10 jarak pinten de? 2 konteks berbeda. Ibarat si miskin n si kaya. Pemaknaan “apa adanya” jauh berbeda menurut keduanya. Mas mung pengin dados tiyang tercukupi jasad dan ruh, geh niku dicatet, renungane, ne saged dijabaraken se lengkap, dg pwt manke shering 2 mas

Ade ngantos2 geh cintane mas ampun ditilar teng margi gara2 angsal kenalan teng buis, akare mpun kiat geh teng ati, sakit de dicabut paksa, ampun dicabut geh, tapi ben berbuah, ade, mas niku khawatir 2 ade swg teng margi piyambekan, ne digaet tiyang mas kepipun

12 Januari 2010

Akankah ku terbangun jam 3.00 pagi ini coz suara HP berdering panggilan cinta kekasih yang lagi plesir ke Bogor, hingga ku terbangun di malam pertama, coz desiran nafas isteri tercinta menyentuh pipi kasar ini.

Lalu dengan sepenuh kekuatanku ku bahagikan istriku hingga tiba malam2 pertama yang lain, hai isteriku tercinta, seberapa dalamkah hatimu mencintai hingga terima aku apa adanya, masihkah terukur?

Mas raos geh ade nembe badhe sms ade saweg raos kangen sanget 2 mas, ade amati sering sanget ade badhe sms mesti mas mpoun sms rien, nopo mas raosaken nopo se ade raos seniki?

Deneng taken, selama fatihah terlantun dari bibir suci ade itu gem as, insya Allah kita saling merasa, ade purun bernafas dengan nafas mas, ade hidup dengan jiwa mas, nopo raos terima hatne ade mas apa adanya nten ukurane, nopo ukurane? Kenging nopo mas taken, coz hatine mas terima ade apa adanya seutuhnya, tidak Cuma badan/jiwa, tapi keduanya, mas sayang sanget 2 ade, mas cinta ade.

Acit     : mboten nten ukurane, cinta jiwaraga geh mpun sedoyo, mas ngertos geh se paling mboten ade remen teng mas, n niku kedah dirubah dengan pola hidup sehat tanpa rokok dan rajin olah raga.

O niku geh ukurane/kriteriane?geh mas berusaha penuhi niku, mas mboten badhe matur nopo se mboten  mas remen saking ade, coz mpun lebur hancur oleh cintane mas se ageng teng ade, ayuh dirubah

Ngapunten de nopo mature mas nten se salah dan nyinggung, deneng mboten dibales, ne bobo biasane pamitan rieng, kenging nopo de? Nopo badhe dirubahg, nopo tetep terjaga dan harmonis tanpa perdebatan, ngapunten geh,

Seperti biasanya pada malam hari, kami saling telp untuk melepas kangen dan menyelesaikan masalah salah paham dan sebagainya. Pada malam itu sekitar 2 bualn yang lalu, kami saling bercerita tentang segala hal yang pernah kami alami dengan pasangan kami sebelumnya.

Acis bercerita dengan penuh rasa jujur dan terbuka walaupun ada sedikit perasaan malu karena harus menelanjangi diri di depan acit. Tapi tak mengapa, toh itu demi kebaikan kami, agar lebih siap dan sanggup menerima segala kekurangan yang ada dan bisa meningkatkan segala kelebihan yang kami miliki walaupun hanya sebesar biji dzurrah. bahwa dia pernah melakukan hal-hal yang sebenarnya diharamkan oleh agama.

berdasar pada itulah, walaupun di telp acis tidak bercerita sejara terbuka dan keseluruhan, namun di tulisan ini, acis akan bercerita semua secara gamblang dan semoga acit tetap mau menerima kenyataan dan keberadaan acis apa adanya. Serta memaklumi bahwa hal tersebut suatu kewajaran yang diluar batas karena telah bersentuhan dengan wanita bukan muhrimnya. Acis bercerita bahwa dia pernah melakukan ciuman dengan I dan U, dua wanita yang pernah acis cintai dan sayangi, bahkan sembari berciuman dengan U Acis pernah menyentuh U di sekitar payudaranya. Untuk yang satu ini, acis baru bisa cerita.

Dibalik itu semua, padahal acis menginginkan hal-hal diatas ingin acis ceritakan setelah kita menikah nanti. Namun karena acit meminta acis untuk cerita akhirnya acis ceritakan semua, hal itu acis mau lakukan karena untuk kebaikan kita berdua.

18 Januari 2010

Acit, hati yang bersahaja dan muthmainnah ialah hati yang senantiasa teguh terhadap janji dan komitmen, maka, bila itu datang, bacalah dalam hati atau ucapkan melalui lisan “laa haula walaa quwwata illa billah”, tenang terhadap pujian lalu bacalah “alhamdulillh wa subhaanallaah” serta sabar terhadap ujian walaupun dada terbakar karena pada hakikatnya yang terbakar adalah nafsu lalu bacalah “laa haula walaa quwwata illa billah” dan “Innalillah wa inna ilaihi raji’uun”,

02 Februari 2010

Kehidupan adalah proses dan latihan atau dikatakan belajar yang pasti bahkan mutlak ada kesalahannya, hanya bagi orang-orang yang picik, dangkal dan tidak ada kesabaran di dalamnya yang tidak bisa terima dan maafkan orang lain dengan kesalahan dan khilatnya.

Orang bisa menjadikan dirinya sebagai penghuni surga di drajat yang paling tinggi, namun sebaliknya dia bias menjadi penghuni neraka jahanam yang kekal di dalamnya. Berharap merupakan fitrah manusia atau sunnatullah karena Allah swt menganjurkan manusia untuk berdoa, memohon dan meminta, jadi berharap yang diiringi dengan tawakal yang seimbang atau lebih akan membuat hati seorang muslim/ah kan tetap tenang bersama-Nya dan tidak ada kekecawaan dan putus asa di dalamnya walaupun orang yang dicintainya telah meninggalkannya.

asal muasal dengan inisial yang lain.

Senandung selawat menghela cinta

Anti begitu kaget ketika Anton lewat di depannya tapi Anton diam tanpa menyapa sepatah kata pun. Dalam hati Anti bertanya-tanya ada apa dengan Anton, tidak seperti biasanya bak dalam es dalam kulkas, adem. Setelah acara di pondok selesai hati Anti masih bertanya-tanya tentang Anton. Perlahan Anti membuka pintu kamar dan mengambil handphone, kemudian sms Anton, “Anton ada apa tadi ko’ diam tidak menyapa sama sekali”. Lalu Anton membalas sms Anti “maafkan aku hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini untuk menutupi semua perasaan di hatiku, apalagi setelah mendengarkan lantunan shalawat yang kamu baca tadi, hatiku semakin bergetar saat mendengarnya. Anti biasa saja menanggapi sms Anton yang seperti itu, waktu semakin malam, Anti sudah begitu lelah, akhirnya Anti pun tertidur dengan pulas.

Esok harinya, mata haru dengan cerahnya menyambut keberangkatan Anti ke kampus. Anti tidak begitu memikirkan apa yang dikatakan Anton. Hati demi hari, minggu demi minggu sampai dengan bulan Anton sudah tidak menyinggung masalah itu, tapi kadang masih sudah smsan. Awal Februari, Anti mulai praktek mengajar di sekolah, yaitu SMK 1 Surakarta selama 45 hari. Selama praktek tidak hanya mengajar tapi juga mengikuti serangkaian kegiatan lain di sekolah dan dari kami peseta praktek untuk mengikuti kegiatan yang ada. Akhirnya ketua kelompok kami adalah Rahman menghimbau agar kami mengikuti semua kegiatan.

Kegiatan yang dilaksanakan PERSAMI (Perkemahan Sabtu Minggu). Sabtu sore Anton sms Anti boleh main ke tempat perkemahan apa tidak. Anti membalas “boleh, main saja”

Kemudian malam harinya Anton main bersama temannya yang tak lain adalah ustad di pondok Anti sebelumnya namanya ustad budi. Di perkemahan kami tidak ngobrol banyak karena harus mengikuti kegiatan lain, kemudian Anton dan Ust Budi pamitan untuk pulang sampai di rumah Anton pun sms mengutarakan kembali perasaannya pada Anti sampai pukul 24.00 Anti baru tidur karena saling membalas sms.

Sebenarnya Anti mulai memikirkan tentang perasaan Anton, tapi Anti tahu Anton masih menjalin ikatan dengan orang lain, itu yang membuat sulit Anti untuk percaya pada Anton, apa lagi setelah hampir satu tahun Anti menutup hatinya untuk teman lelaki yang mau mendekatinya.

Sejak hati Anti pernah kecewa Anti selalu berdoa dalam setiap shalatnya semoga kelak mendapat pendamping yang benar-benar tulus mencintai dan menerima Anti apa adanya sehingga suatu malam setelah shalat tiba-tiba dalam hati Anti muncul bahwa adanya keseriusan dalam diri Anton yang waktu itu hubungannya dengan nafi tidak bisa dilanjutkan.

Dari perasaan itu Anti berusaha dan belajar menerima Anton, hari demi hari telah terlewati rasa sayang Anti pun semakin bertambah dan merasakan ketulusan cinta Anton.

Akhir-akhir masa kuliah Anti terlewati hanya tinggal menunggu menyelesaikan tugas akhir kuliah untuk memperoleh gelar sarjana. Anton pun selalu ada dan siap untuk membantu Anti. Sampai pada waktu ujian skripsi terlewati tinggal mengerjakan perbaikan. Dalam proses perbaikan Anti juga memikirkan bagaimana rencana kedepan, sebenarnya dalam hati Anti ingin sekali menanyakan tentang hubungannya dengan Anton lebih serius yaitu tentang pernikahan. Akhirnya Anti dengan berani mengutarakan perasaan yang ada pada hatinya bahwa ingin menjalani hubungan ini dengan halal supaya tidak terjadi banyak fitnah, apa lagi Anti tinggal di pondok dimana harus menjaga nama baik diri sendiri, pondok dan keluarga serta menjaga jarak dengan teman laki-laki, apa lagi Anti sebagai santri yang paling besar dan tertua di pondok, apa yang dilakukan menjadi cerminan bagi santri yang lain, tapi masalah perasaan kasih sayang setiap orang mengalami, yang namanya falling in love (jatuh cinta). Dari semua apa yang dikatakan Anti, Anton pun bisa memahami Anti di pondok. Dalam hati Anti selalu berharap semoga hubungannya dengan Anton bukan hanya hubungan biasa, tapi bis menghantarkan ke bingkai kehalalan dan kebahagiaan. Tapi disisi lain Anti harus mengerti dan paham bahwa pernikahan itu bukan untuk sehari dua hari, hanya memikirkan enaknya tanpa memikirkan pahitnya atau problema yang menjadi warna dalam rumah tangga.

Bagaimanapun Anti harus sabar dan memahami posisi Anton sendiri dan keluarga apa lagi belum selesai kuliahnya. Meskipun hubungan Anti dan Anton terlihat tidak pernah ada masalah tapi di dalam sering terjadi cekcok atau salah paham.

Suatu hari ketika sedang mengajar Anton sms ingin bertemu Anti pun mengiyakan, kebetulan waktu itu Anton mau mengantar adiknya ujian. Anton mengajak Anti ke tempat adiknya ujian sambil menunggu ujian selesai. Kami janjian pukul 15.00 sore tepat. Waktu Anti selesai mengajar tapi pukul 14.30 Anton sudah sms katanya sudah selesai kuliah. Dalam waktu yang sama Anti juga selesai lebih awal dari biasanya. Kemudian Anti sms agar Anton lebih cepat, Anton membalas katanya shalat ashar sekalian di kampus.

Sedangkan Anti sudah ke tempat adiknya ujian lebih dulu, Anti pikir tidak akan lama karena Cuma shalat ternyata sampai satu jam Anton belum datang. Anti sms, miscall untuk menghubungi Anton tapi tak kunjung ada balasan sampai akhirnya datang, Anti agak kesal karena menunggu terlalu lama setelah itu Anti langsung minta untuk tukaran jas hujan karena Anti sudah kedinginan pingin cepat pulang ke pondok, Anti pin langsung pamitan dengan wajah menggerutu sampai di pondok Anton sms minta maaf belum sempat baterai Anti habis, akhirnya di non aktifkan. Setelah hap Anti aktif banyak sms Anton masuk, Anton mengatakan lesat sms dimana rasa pengertian Anti, seharusnya Anti sadar bukan hanya Anti yang capek tapi mas juga capek seharian di kampus. Jika mau dibandingkan berapa jam Ade menunggu mas, lebih lam siap mas menunggu adik mas selama dua jam sendiri kedinginan lapar. Tanpa ada pengertian dari ade. Dari sms itu Anti sadar dirinya terlalu egois tanpa memikirkan perasaan Anton. Akhirnya Anti pun meminta maaf atas sikapnya. Anti semakin sadar betapa besar kasih sayang dan pengorbanan Anton untuk dirinya sejak saat itu Anti berusaha untuk memperbaiki sikapnya agar tidak terjadi salah paham.

Sebelum wisuda Anti pulang ke Semarang untuk meminta ijin karena Anti masih ingin tinggal di pondok, mengaji, dan tidak di pungkiri bahwa juga tidak bisa jauh dari Anton. Ketika Anti pulang kekhawatiran selalu muncul di hati Anton karena takut jika di rumah ada yang mengkhitbah Anti, keluarga menerima dan Anti mengiyakan keputusan itu. Bagaimana kecewanya hati Anton harapannya pupus karena Anton sangat mencintai dan menyayangi Anti.

Tapi Anti sudah menetapkan keputusan untuk boyong dari pondok Anti tidak mau memenangkan keegoisannya karena masalah pribadinya. Anti pun berpikir kapan bis berbakti, berkumpul dengan keluarga jika terus merantau. Apalagi jika nanti menikah pasti akan mengikuti suami tidak bersama keluarga lagi dan Anton bisa memahami keputusan Anti yang lebih penting tetap menjaga komunikasi, setia dan saling percaya walaupun jarak jauh memisahkan Antonn dan Anti.

Dua bulan kemudian Anton silaturahmi ke rumah Anti tapi Anti belum pulang mengajar. Anton mengatakan keseriusan hubungannya dengan Anti pada orang tua Anti. Mereka pun meridloi tapi disarankan agar Anton menyelesaikan kuliah terlebih dahulu sebelum berumah tangga.. Anti pun merasa lega karena orang tuanya telah merodloi dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mewujudkan harapannya.

5 bulan berlalu hubungan Anti dan Anton dilewati dengan jarak jauh, sampai suatu ketika Anton smsm mau datang ke rumah bersama keluarga. Hati Anti bertanya-tanya karena sebelumnya tidak pernah sms terlebih dahulu tiba-tiba sms mau ke rumah.

Ternyata kedatangan Anton dengan tujuan mulia ingin mengkhitbah Anti, menyambung tali silaturahmi dengan keluarga Anti dengan mempersatukan Anti dan Anton. Anti merasa bahagia akhirnya apa yang di tunggu-tunggu datang juga.

Sebulan kemudian akad nikah dilaksanakan di rumah Anti. Semua teman-teman Anti dan Anton datang menyaksikan prosesi akad nikah dan janji sepasang suami istri. Terpancar sinar kebahagiaan di wajah Anti dan Anton kemudian saling bertatapan, dalam hati mereka mengatakan alhamdulillah. Ya Allah, akhirnya kami dapat bersatu dalam bingkai kehalalan dan berniat beribadah kepadamu terima kasih ya Allah.

  1. Sudahkah kau disana ada yang memiliki?, jikalau belum,
  2. Maukah ade melanjutkan kisah cerita diatas bersama mas?