Kalut

Aku adalah aku
engkau adalah engkau
mereka adalah mereka
mereka ada kita pun ada
mereka bisa kenapa kita biasa
mereka bersahaja kenapa kita merana
sungguh suram kehidupan ini
sungguh gelap hati ini
sungguh gaib masa depan ini
kehidupan bertutur “raihlah aku”
kegelapan menyaut “datanglah kemari”
masa depan membentak “wujudkanlah aku”
aku adalah terjustifiksi
pikirku terpenjara ketidakbijakan hati
menerima kegaiban masa menunggu mati

Pasir Batang, 25 Juni 2009