Puisi Tak berjudul

Ketika ku terlamunkan kenangan

Cita meraba di sela-sela semak belukar

Rerumputan hati menjejal asa

Hinggap di tangkai kebahagiaan

sesak mendesak di antara kerumunan

sepi menanti dalam keramaian

teriring launtunan nada sendu mendayu

di daun-daun telinga perayu

di tiap-tiap lirik hati

menilik keibaan nestapa

dalam relung kerapuhan nan nista

terperanjat dalam dinding

keangkaramurkaan sang ratu diri

kau perkasa bak raja

bertakhta di singgasana

keharibaanmu nista dusta nan nestapa

indah gaunmu namun lusuh budi

gemulai tubuhmu cantik nian

memastikan busuknya laku

kedungjati, 23 nov 2011