BAHASA SEBAGAI ALAT

“Berbahasa, Siapa takut?” 

A.    Pendahuluan

Semua manusia yang hendak menuju ke suatu tempat atau suatu keadaan atau barangkali suatu status (derajat) pasti memilik tujuan yang hendak dicapai hingga sampai disana. Tujuan ini merupakan puncak dimana cita-cita digantungkan dan diimpi-impikan. “Gantungkanlah Cita-citamu setinggi langit”.

Nah dari sekelumit pemikiran di atas, pastinya ada pertanyaan yang mengusik adik-adik semua:

  1. Apa yang kau cari di MTs ini?
  2. Apakah kau tahu bagaimana MTs ini?, dan
  3. Apa Tujuan yang hendak dicapai oleh MTs ini sehingga kau mau masuk di dalamnya?

Beberapa pertanyaan tersebut, haruslah mengusik hati kita sebelum melangkah lebih jauh agar tujuan kita semakin jelas dan mantap, sehingga langkah-langkah yang akan kita titi dan jalani sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan tadi.

B.     Apa itu bahasa?

Kalau kita memperhatikan bayi atau adik kecil kita yang berumur 6 bulan, ia sudah mulai bisa berbicara dengan bahasa, yaitu bahasa Indonesia atau bahasa jawa. Kata yang pertama kali diucapkan ialah “mama atau mamam atau ibu dan bapa atau ayah”. Bayi dapat mengucapkan “mama atau mamam dan bapa atau ayah” membuktikan bahwa manusia bisa berbicara bahasa. Karena manusia sejak lahirnya telah dibekali kemampuan berbahasa.

Seorang bayi dengan belajar dari lingkungan sekitarnya, dari ibunya, dari ayahnya yang sering mengucapkan bahasa seperti “mama atau mamam atau ibu dan bapa atau ayah” tidak perlu berusaha untuk bisa berbicara kata-kata itu. Karena lingkungannya, seperti ibu dan ayahnya telah mengajarinya untuk berbicara. Dan bayi itu juga tidak perlu belajar bagaimana caranya berbicara. Tapi bayi itu akan senantiasa mengikuti ucapan-ucapan yang sering di dengar dari suara ibu dan ayahnya dan anggota keluarga lainnya.

Kemajuan kemampuan bayi dengan berbicara kata-kata di atas, karena dipengaruhi oleh lingkungannya yang sering menggunakan bahasa yang dipakai tersebut yaitu bahasa Indonesia.

Oleh karena itu, kita dapat memahami bahwa bahasa adalah (1) sistem (alat) lambang bunyi berartikulasi (bermakna) yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran; (2) perkataan-perkataan yang dipakai oleh suatu bangsa (suku bangsa, negara, daerah, dsb); (3) percakapan (perkataan) yang baik; sopan santun; tingkah laku yang baik;

Dari pengertian di atas, kita bisa memahami bahwa bahasa seseorang menunjukkan perilaku dan kebiasaannya. Karenanya bahwa berbahasa adalah (1) memakai (menggunakan) bahasa; (2) sopan; tahu adat. Sedangkan membahasakan  yaitu (1) mengungkapkan dengan perkataan; menuturkan; menyatakan. Contoh: ia tidak mampu menyatakan kesedihan yang dialaminya; (2) menyebutkan: ia menyebutkan dirinya adik kepadanya; (3) menegur (menyilakan tamu dsb) dengan hormat; menghormati: sekalian yang hadir mempersilahkan dia duduk di kursi yang paling depan; dan sebagainya.

Nah, apa itu bahasa Arab?

C.    Apa itu Bahasa Arab?

  • Bahasa Arab adalah bahasanya orang Arab

Kalau pengertian yang ini, kita semua sudah bisa memahami bahwa bahasa Arab ya bahasanya orang Arab asli atau bahasanya bangsa-bangsa Arab, seperti Mekkah, Madinah, dan negara-negara lain yang menggunakan bahasa Arab dengan ciri bahasa Arab bangsa atau negara tersebut.

  • Bahasa Arab adalah bahasa al-Quran

Bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an yaitu bahasa yang dituliskan dalam kitab suci agama Islam. Karena memang al-Qur’an diturunkan di negeri Arab, namun kandungan isinya dapat diterapkan di berbagai bangsa di dunia dan tidak usang atau hilang dan sirna walaupun zaman telah mengalami berbagai perubahan.

Membacanya adalah bentuk ibadah.

  • Bahasa Arab adalah bahasa ibadah

Sedangkan bahasa Arab adalah bahasa ibadah. Kalau yang ini kita juga sudah paham bukan? Karena dalam sehari semalam kita selalu menjalankan shalat lima waktu. Shalat tersebut sah kalau menggunakan bahasa Arab.

Kita juga menemukan contoh yang lain, yaitu ketika kita berdoa. Dari TK kita sudah diajari untuk menghafal doa untuk kedua orang tua kita

رَبِّ اغْفِرْلِى وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّـيَانِى صَغِيْرًا

“Ya Allah ampunilah aku dan kedua orangtuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku untuk mendidikku di masa kecil”

Bahasa Arab pun tidak berbeda dengan bahasa kita, bahasa Indonesia. Jikalau diantara kita sering dan terus menerus menggunakan bahasa Arab, pasti kita juga sering mendengar kata-kata Arab dari teman-teman kita, dari guru-guru kita dan lain sebagainya sehingga kita akan terpengaruh untuk ikut serta berani dan bisa berbicara bahasa Arab. 

“Orang yang cukup lama dan secara terus menerus mendengar pengucapan bahasa Arab, biasanya ia akan mampu mengucapkan bahasa tersebut tanpa perintah khusus atau direncanakan.”

مَنْ عَرَفُ لُغَةَ قَوْمٍ سَلِمَ مِنْ مَكْرِهِمْ

“Barang siapa mengetahui bahasa suatu kaum maka ia akan selamat dari ancamannya”

D.    Buat Apa sih belajar Bahasa Arab?

Nah, kalau yang ini tergantung masing-masing. Ada yang belajar bahasa Arab untuk menghafal al-Qur’an. Ada yang belajar bahasa Arab agar bisa dipakai bersama teman buat musyawarah ketika lagi mau beli sesuatu di toko atau swalayan. Ada yang belajar bahasa Arab untuk bisa bekerja di Arab Saudi dan masih banyak lagi.

Akan tetapi, dari beberapa tujuan di atas, tujuan yang utama ialah untuk bisa mendalami agama Islam dan mampu berkomunikasi aktif (berbicara) dengan bahasa Arab sehari-hari.

E.     Bagaimana Bisa Berani berbicara bahasa Arab?

  1. Tinggalkan bahasa daerah.
  2. Jangan takut salah, buang rasa yang menghambat kemajuan dalam berbahasa seperti: Takut dibilang sombong dll.
  3. Kuasai Basic Language (bahasa dasar) atau kuasai Daily Language (bahasa keseharian) atau Daily Conversation (percakapan sehari-hari).
  4. Kuasai kata-kata yang dipakai setiap hari untuk di berbagai tempat dan kegiatan.
  5. Mau mempraktekkan meskipun separuh Arab separuh Inggris.
  6. Yang membuat pandai adalah diri kita sendiri, pondok, guru wasilah (perantara, membatu) saja. Disini kalau ngobrolnya pakai bahasa Indonesia atau Jawa hingga 10 tahun pun tidak akan bisa berbahasa Arab dan Inggris.
  7. Sebesar keinsyafanmu (kesadaranmu), sebesar itu pula keuntunganmu.

“The more you train the more you get”

  1. Bahasa kalau tidak dipakai seakan kita kaya akan kosa kata, tapi kalau dipakai baru akan terasa bahwa kita sangat miskin akan perbendaharaan kata. Makanya bawalah buku tulis kecil selalu untuk mencatat benda atau kata dalam bahasa Arab yang belum diketahui, untuk selalu dan terus menerus dibaca, sehingga tanpa disengaja menghafalkan, kamu akan hafal dengan sendirinya.
  2. Disiplin.

Dari beberapa penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa belajar bahasa Arab adalah belajar berbicara bahasa Arab. Adapun untuk mendalami agama Islam ialah untuk menguasai berbagai ilmu pengetahuan yang semua itu berbahasa Arab.

Jangan takut salah dalam belajar berbicara bahasa Arab. Semakin kamu banyak salah, maka kamu akan semakin banyak tahu kekurangan yang ada dan akan terus memperbaiki dan meningkatkannya.

خَيْرُ جَلِيْسٍ فِى الزَّمَانِ كِتَابٌ

“Sebaik-baik teman ketika anda duduk adalah buku”

لاَ تَأَخَّرْ عَمَلَكَ إِلَى الْغُدِّ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ الْيَوْمَ

“Janganlah menunda pekerjaanmu sampai esok hari selama kau mampu untuk mengerjakannya hari ini”

مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ

“Barang siapa berjalan pada jalurnya, maka ia akan sampai”

 

naskah ini disampaikan pada MOPDIK MTs Darul Abror tahun pelajaran 2011/2012 tentang pengenalan bahasa Arab.