DOA PERNIKAHAN

Posted on

Biasanya dalam undangan pernikahan dicantumkan do’a untuk mempelai, do’a yang disunnahkan bagi umat Islam untuk mempelai pengantin, oleh karena itu saya mencantumkan do’a dengan redaksi berikut ini :

Barakallahu Lakumaa wa Baraka ‘alaykumaa wa Jama’a Baynakumaa fiy Khoirin wa ‘Afiyah, wa Ja’ala minkumaa Dzurriyyatan Shalihah

Aamiin Allahumma Aamiin

“Semoga Allah SWT memberikan keberkahan bagi keduanya dan mencurahkan keberkahan atas keduanya, mempersatukan keduanya dalam kebaikan dan ‘afiyah, serta menjadikan diantara keduanya keturunan yang baik”

Redaksi lainnya untuk tunggal seperti :

بَارَكَ الله لَك، وَبَارَكَ عَلَيك، وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
Baarakallahu Laka wa Baaroka ‘alayka wa Jama’a Baynakumaa fii Khoyrin

“Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu, dan mencurahkan keberkahan atasmu, serta menghimpun kalian berdua dalam kebaikan”

Yang sudah familiar dengan Maher Zain, maka tentu kenal dengan lagu “Barakallah”

بَارَكَ الله لَكُمَا، وَبَارَكَ عَلَيْكُمَا، وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
Baarakallahu Lakumaa wa Baaroka ‘alaykumaa wa Jama’a Baynakumaa fii Khoyrin

“Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kalian berdua , dan mencurahkan keberkahan atas kalian berdua, serta menghimpun kalian berdua dalam kebaikan”

Redaksi lain, saya dapati dalam kitab madzhab Maliki, yakni Syarah Mukhtashar Kholil lil-Kharasyi dan Hasyiyah Ad-Dasuqi :

بَارَكَ اللَّهُ لِكُلٍّ مِنْكُمَا فِي صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ وَجَعَلَ مِنْكُمَا ذُرِّيَّةً صَالِحَةً
Baarakallahu likulli Minkumaa fiy Shaahibihi, wa Jama’a baynakumaa fiy Khayrin, wa Ja’ala minkumaa Dzurriyyatan Shaalihah

“Semoga Allah memberikan keberkahan kepada masing-masing dari kalian berdua terhadap pasangannya, dan menghimpun kalian berdua didalam kebaikan, serta Allah jadikan diantara kalian berdua keturunan yang baik”

بَارَكَ اللَّهُ لِكُلٍّ مِنْكُمَا فِي صَاحِبِهِ وَجَعَلَ مِنْكُمَا الذُّرِّيَّةَ الصَّالِحَةَ وَجَمَعَ اللَّهُ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ وَسَعَةِ رِزْقٍ
Baarakallahu likulli Minkumaa fiy Shaahibihi, wa Ja’ala minkumaa Dzurriyyatan Shaalihah, wa Jama’allahu baynakumaa fiy Khayrin wa Sa’ati Rizqin

“Semoga Allah memberikan keberkahan kepada masing-masing dari kalian berdua terhadap pasangannya, dan Allah jadikan diantara kalian berdua keturunan yang baik, serta Allah menghimpun kalian berdua dalam kebaikan dan luasnya rizqi”

Selain doa’, biasanya di undangan pernikahan juga mencantumkan ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan pernikahan atau pasangan, namun tanpa teks arab hanya terjemahan, contohnya seperti ayat berikut ini :
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil , maka (kawinilah) seorang saja , atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An Nisaa’ 4 : 3)
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلاً خَفِيفاً فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَت دَّعَوَا اللّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحاً لَّنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ
“Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami terraasuk orang-orang yang bersyukur”. (QS. Al-A’raaf 7 : 189)

وَاللّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَاجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ
“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni’mat Allah ?” (QS. An-Nahl 16 : 72)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar-Ruum 30 : 21)

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُوْلَئِكَ مُبَرَّؤُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) .” (QS. An-Nuur 24 : 26)

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur 24 ; 32)

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS. Yasiin 36 : 36)

وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (QS. Adz-Dzariyyat 51 : 49)

Adapun hadits-hadits yang biasa di cantumkan adalah :

الدنيا متاع وخير متاعها المرأة الصالحة
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita shalihah” (HR. Imam Muslim)

تَزَوَّجُوا فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ النَّبِيِّينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا تَكُونُوا كَرْهَبَانِيَةِ النَّصَارَى
“Menikahlah kalian, sesungguhnya diriku akan berbangga dengan banyaknya umatku dihadapan nabi-nabi pada hari Qiyamat, dan janganlah kalian seperti rahib-rahib Nasrani” (HR. Al Baihaqi)

النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي، فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي، وَتَزَوَّجُوا، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ، وَمَنْ كَانَ ذَا طَوْلٍ فَلْيَنْكِحْ، وَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَيْهِ بِالصِّيَامِ، فَإِنَّ الصَّوْمَ لَهُ وِجَاءٌ
“Nikah adalah bagian dari sunnahku, barangsiapa yang tidak beramal dengan sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku, dan menikahlah kalian, sesungguhnya aku akan berbang-bangga dengan banyaknya umatku dihadapan umat-umat lain, barangsiapa yang memiliki kemampuan maka menikahlah, namun barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, sesungguhnya puasa adalah perisai baginya” (HR. Ibnu Majah)
تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Menikahlah kalian dengan wanita yang manemiliki rasa kasih sayang yang banyak keturunannya, sesungguhnya aku akan berbangga dengan banyaknya umatku terhadap umat-umat lain pada hari qiyamah” (HR. Al Bazzar)

من رزقه الله امرأة صالحة فقد أعانه على شطر دينه فليتق الله في الشطر الباقي
“Barangsiapa yang dikaruniakan oleh Allah wnaita yang shalihah, sungguh Allah telah menolongnya atas sebagian agamanya. Maka bertakwalah kepada Allah pada sebagian lainnya” (HR. Ath-Thabroni)

يا معشر الشباب، من استطاع الباءة فليتزوج، فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج، ومن لم يستطع فعليه بالصوم، فإنه له وجاء
“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu serta memiliki kemauan, maka hendaklah ia menikah, sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu dapat menjadi perisai baginya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang lainnya. Sedangkan contoh untaian bait-bait munajat yang biasanya dicantumkan di undangan :

Yaa Allah…

Limpahkanlah rasa cinta kepada kami yang Engkau jadikan pengikat rindu Rasulullah SAW kepada khadijah Al-Kubro, yang Engkau jadikan mata air kasih saying antara Ali bin Abi Thalib RA dan Fatimah az-Zahra, yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci

Yaa Allah…

Jadikanlah kami suami istri yang saling mencintai dikala dekat, saling menjaga kehormatan dikala jauh, saling menghibur dikala duka, saling mengingatkan dikala bahagia, saling mendo’akan dalam kebaikan dan ketaqwaan, saling menyempurnakan dalam beribadah,

Yaa Allah…

Sempurnakanlah kebahagian kami, dengan menjadikan pernikahan ini sebagai ibadah kepada-Mu, dan bukti keta’atan kami kepada sunnah Rasul-Mu

Aamiin, Yaa Robbal ‘Alamiin..

Contoh lainnya :

Ya Allah …

Kami memohon kepada-Mu, berkatilah acara walimatul ‘ursy ini,
Limpahkanlah rahmat dan barokah kepada kedua mempelai,
Jadikanlah rumah tangga mereka sakinah, mawaddah wa rahmah,

Karuniakanlah mereka keturunan yang shaleh dan sholehah,
Berikanlah ketentraman kepada mereka didalam dunia maupun akhirat,
Sempurnakanlah Diin mereka dengan berokah ikatan pernikahan ini.

Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin

Atau,
Yaa Allah Yaa Rahman Yaa Rahiim ..

Dengan luasnya kasih sayang-Mu, kami memohon ridlo-Mu,
curahkanlah keberkahan didalam majelis walimah ini,
satukanlah hati kedua mempelai dengan keimanan dan ketaqwaan kepada-Mu

Jadikanlah pasangan suami istri yang saling mencintai dikala dekat,
saling menjaga kehormatan dikala jauh, saling menghibur dikala duka,
saling mengingatkan dikala bahagia, saling mendo’akan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
dan saling menyempurnakan didalam beribadah kepada-Mu

Ya Allah …

Sempurnakanlah Diin mereka, limpahkanlah mereka sifat ketawadlu’an,
jadikanlah rumah tangga mereka tentram dan damai didalam ketaatan kepada-Mu,
lancarkanlah rizqi mereka dan karuniakanlah mereka keturunan
yang shaleh dan shalehah.

sumber: http://biasmaikal-husna.blogspot.com/2012/04/doa-puisi-untaian-kata-dalam-undangan.html